- Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, fokus menggembleng fisik dan taktik pemain selama pemusatan latihan di Thailand.
- Shin Tae-yong menerapkan latihan dua kali sehari secara bertahap guna menghindari risiko cedera pada para pemain Persija.
- Peningkatan kondisi fisik dilakukan karena kebugaran pemain Persija belum mencapai level maksimal setelah Piala Presiden 2026.
"Kami tidak akan memberikan latihan secara berlebihan," kata Shin Tae-yong.
"Kami akan menyesuaikan program dengan kondisi masing-masing pemain dan membangun kekuatan mereka secara bertahap sambil meningkatkan kondisi fisik," tegasnya.
Bagi Shin Tae-yong, kondisi pemain Persija saat ini belum bisa disebut mencapai level terbaik.
Piala Presiden 2026 memang sudah memberikan kesempatan bertanding, tetapi ajang pramusim tersebut belum cukup untuk membuat seluruh pemain berada pada kondisi fisik maksimal.
Dalam turnamen itu, Shin Tae-yong juga tidak selalu memainkan pemainnya selama 90 menit. Keputusan tersebut membuat program peningkatan kondisi fisik tetap diperlukan setelah Piala Presiden berakhir.
Karena itu, TC di Thailand menjadi bagian penting dari persiapan Persija.
Selain meningkatkan kebugaran, tim pelatih juga punya kesempatan lebih panjang untuk membangun pemahaman taktik di dalam skuad.
Shin Tae-yong berharap proses tersebut membuat perkembangan pemain berjalan sesuai target.
Ia tidak ingin peningkatan fisik justru mengganggu kesiapan pemain karena dipaksakan dalam waktu singkat.
"Dengan adanya latihan penguatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemain, latihan fisik juga akan dilakukan secara bertahap," jelas Shin Tae-yong.
"Kami berharap para pemain bisa menjalani pemusatan latihan ini dengan baik tanpa mengalami cedera," pungkasnya.