- PSSI turun tangan merespons serangan serta hujatan media sosial terhadap bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, beserta keluarganya.
- Sekjen PSSI Yunus Nusi meminta masyarakat memberikan kritik secara sportif dan proporsional tanpa menyerang ranah pribadi.
- PSSI mengajak suporter menyalurkan kekecewaan secara positif demi menjaga keamanan lingkungan sepak bola nasional maupun digital.
PSSI pun mengingatkan bahwa kritik tetap dibutuhkan untuk perkembangan sepak bola Indonesia.
Akan tetapi, sasaran kritik seharusnya berkaitan dengan performa, keputusan, atau proses yang memang dapat dievaluasi.
Serangan yang menyasar kehidupan pribadi pemain maupun keluarga dinilai sudah berada di luar batas kritik sepak bola.
Karena itu, PSSI meminta suporter tidak ikut memperluas penyebaran konten yang berisi ujaran kebencian, perundungan, doxing, atau ancaman.
PSSI juga mengajak masyarakat menyalurkan kekecewaan melalui cara yang lebih positif.
Suporter diharapkan tetap memberikan dukungan kepada pemain ketika membela klub masing-masing setelah kompetisi domestik kembali bergulir.
"Saya berharap dukungan kepada pemain tidak berhenti ketika hanya berseragam Timnas. Dukungan juga saat mereka bersama klub masing-masing," ucapnya.
Kompetisi I.League 2026/2027 yang terdiri dari Super League dan Championship 2026-27 dijadwalkan kembali bergulir pada September 2026.
Momen tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi para pemain untuk bangkit dan meningkatkan performa.
"Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian. Dukung pemainnya, hormati manusianya, dan jaga sepakbolanya," pungkas Yunus Nusi.