- Manchester City resmi merekrut gelandang muda Maroko Ayyoub Bouaddi dari Lille senilai hingga 86 juta poundsterling.
- Bouaddi tampil menonjol bersama Timnas Maroko dan membantu negaranya melaju hingga perempat final Piala Dunia 2026.
- Selain mahir bermain sepak bola, Bouaddi juga dikenal sebagai anak jenius matematika dan kini kuliah jarak jauh.
Suara.com - Manchester City resmi menyelesaikan transfer sensasional Ayyoub Bouaddi dari Lille.
Gelandang muda berusia 18 tahun asal Maroko itu diboyong dengan nilai total 86 juta poundsterling atau sekitar US$117 juta, setara lebih dari Rp1,9 triliun.
Menurut laporan Sky Sport, Man City membayar 81,5 juta poundsterling di muka untuk mendapatkan Bouaddi.
Nilai transfer tersebut masih bisa bertambah 4,5 juta poundsterling melalui sejumlah klausul berdasarkan performa sang pemain.
Bouaddi menunjukkan kualitasnya ketika Maroko menghadapi sejumlah lawan kuat di Piala Dunia 2026.
Ia tampil menonjol saat menghadapi Brasil, Belanda, dan Kanada, sekaligus membantu Maroko melaju hingga perempat final.
Keistimewaan Bouaddi ternyata tidak hanya terlihat di lapangan hijau.
Sebelum dikenal sebagai pesepak bola profesional, ia juga disebut sebagai anak jenius matematika ketika masih duduk di bangku sekolah.
Kemampuan akademiknya bahkan membuat Bouaddi melewati satu tingkat pendidikan.
Ia melewati kelas CM2, yang merupakan tahun terakhir sekolah dasar di Prancis, sehingga dapat memasuki sekolah menengah satu tahun lebih cepat dibandingkan teman-teman seangkatannya.
Bouaddi kemudian bersekolah di Collège des Bourgognes di Chantilly.
Salah seorang mantan gurunya mengatakan kepada L'Equipe bahwa Bouaddi hampir selalu memperoleh nilai mendekati sempurna dalam berbagai mata pelajaran.
Kemampuan akademiknya terus berlanjut hingga jenjang pendidikan menengah.
Pada Juli 2024, ketika usianya belum genap 17 tahun, Bouaddi berhasil menyelesaikan ujian baccalauréat nasional Prancis dengan predikat mention tres bien, salah satu kategori nilai tertinggi.
Yang membuat kisah Bouaddi semakin menarik, ia tidak meninggalkan dunia pendidikan setelah menjadi pemain profesional Lille.
Saat ini, Bouaddi disebut menjalani program sarjana matematika secara jarak jauh di Universitas Aix-Marseill.
Kemampuan berpikirnya yang dianggap luar biasa membuat sejumlah rekan setim dan teman sekolah menjulukinya “Einstein Lapangan Hijau".