- Kiper Timnas Indonesia Emil Audero resmi dipinjamkan Como 1907 ke klub LaLiga Rayo Vallecano pada musim 2026/2027.
- Audero berpeluang menjadi penjaga gawang utama untuk menggantikan Augusto Batalla yang sedang mengalami cedera patah tulang tibia.
- Sebaliknya, kiper Timnas Indonesia Maarten Paes hanya menjadi cadangan di Ajax setelah tersingkir oleh Marc Andre Ter Stegen.
Suara.com - Dua kiper Timnas Indonesia, Emil Audero dan Maarten Paes mengalami nasib berbeda di kompetisi Eropa musim 2026/2027.
Seperti diketahui, Emil Audero yang awalnya sempat dikhawatirkan akan jadi pemain cadangan di Como 1907 pasca kedatangan Roberto Sanchez dari Chelsea, mengambil langkah lain.
Emil Audero resmi dipinjamkan Como 1907 ke klub Laliga Spanyol, Rayo Vallecano.
Kepastian transfer itu diumumkan langsung oleh Rayo Vallecano melalui laman resmi klub.
“Emil Audero adalah pemain baru Rayo Vallecano," tulis pengumuman resmi klub kota Madrid tersebut.
Kepindahan ini menjadi babak baru dalam perjalanan karier Audero. Setelah bertahun-tahun bermain di Liga Italia.
Bagi Audero, transfer ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman di level sepak bola Eropa.
Emil kini harus beradaptasi dengan lingkungan, gaya bermain, serta kompetisi yang berbeda dari Serie A.
Emil berpeluang menjadi kiper utama, hal ini lantaran kiper berusia 29 tahun tersebut didatangkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Augusto Batalla.
Batalla harus menepi selama beberapa bulan setelah menjalani operasi akibat cedera patah tulang tibia.
Maarten Paes Mengkhawatirkan
Kondisi berbeda dialami oleh kiper Timnas Indonesia lainnya, Maarten Paes.
Paes mengawali Eredivisie 2026/2027 dengan start kurang bagus. Ia terpinggirkan oleh kiper asal Jerman, Marc Andre Ter Stegen.
Saat Ajax meraih kemenangan telak 4-0 atas SC Telstar pada lanjutan Eredivisie, Minggu 30 Agustus 2026, Paes cuma jadi penonton jadi bangku cadangan.
Terbaru, Analis sepak bola Belanda, Arnold Bruggink, bahkan menggambarkan kondisi Ajax saat ini dihuni banyak legiun asing yang harus berbenah.
Menurutnya, banyaknya pemain dari luar Belanda membuat Ajax harus bekerja cepat agar para pemain anyar dapat beradaptasi.
Komentar tersebut disampaikan Bruggink dalam program Voetbalpraat yang tayang di ESPN.
Ia menyoroti situasi Ajax yang semakin dipenuhi pemain dengan latar belakang sepak bola berbeda.