- Mitchell Baker mencetak dua gol untuk membawa Georgetown University menang tiga gol tanpa balas atas Oregon State University.
- Performa gemilang penyerang Timnas Indonesia tersebut memperpanjang catatan tak terkalahkan Georgetown University menjadi empat kemenangan dan satu hasil imbang.
- Konsistensi ketajaman Mitchell Baker di Amerika Serikat menjadi modal penting menjelang keikutsertaan Timnas Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Suara.com - Striker Timnas Indonesia, Mitchell Baker terus menunjukkan kualitasnya sebagai bomber berbahaya di Amerika Serikat.
Mitchell Baker sukses mencetak brace alias dua gol saat Georgetown University meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oregon State University.
Kemenangan itu membuat Mitchell Baker Cs memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi 4 kemenangan dan 1 hasil imbang.
Georgetown University langsung mengambil kendali pertandingan sejak awal. Gol pembuka tercipta pada menit ke-15 setelah Matthew Van Horn memberikan bola kepada Mateo Ponce Ocampo yang kemudian meneruskannya kepada David Urrutia di sisi kotak penalti.
Urrutia melepaskan tembakan yang mengenai pemain bertahan Oregon State sebelum berubah arah dan masuk ke gawang. Georgetown pun unggul 1-0.
![Striker Timnas Indonesia Mitchell Baker Menggila di AS: Cetak 3 Gol dari 4 Laga [Dok Georgetown Hoyas]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/31/54680-mitchell-baker.jpg)
Empat menit berselang, Georgetown kembali mencetak gol.
Eric Howard memiliki ruang untuk mengirimkan umpan lambung ke dalam kotak penalti dan menemukan Mitchell Baker.
Baker menyambut bola dengan sundulan yang berhasil melewati kiper Oregon State. Georgetown memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-19.
Baker kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Oregon State.
Penyerang Timnas Indonesia ini mencetak gol keduanya setelah menerima rangkaian umpan dari Matthew Helfrich dan Jack Brown dalam sebuah serangan balik cepat.
Pelatih kepala Georgetown, Brian Wiese mengaku puas dengan penampilan Baker dan rekan-rekannya.
Menurut Wiese timnya semakin memahami satu sama lain setelah menjalani lima pertandingan.
“Kami sudah menjalani lima pertandingan musim ini, dan para pemain semakin terbiasa satu sama lain,” kata Wiese dikutip dari laman resmi Georgetown University.
Menurut Wiese, menghadapi tim-tim kuat seperti Oregon State dan Duke memberikan pengalaman penting bagi para pemain Georgetown dalam memecahkan berbagai persoalan di lapangan.
“Jadwal seperti ini mengharuskan Anda benar-benar bagus dalam memecahkan masalah. Jika tidak, Anda tidak akan mendapatkan banyak peluang,” ujarnya.