- Emil Audero mencatat sejarah sebagai pemain Indonesia pertama di LaLiga saat membela Rayo Vallecano melawan Real Madrid di Stadion Santiago Bernabéu pada 13 September 2026.
- Kiper berusia 29 tahun itu tampil tenang dan melakukan beberapa penyelamatan penting yang berhasil menggagalkan sejumlah peluang gol dari Real Madrid.
- Pelatih Rayo Vallecano, Beñat San José, mengaku puas dan senang atas debut serta penampilan meyakinkan yang ditunjukkan oleh Emil Audero.
Suara.com - Emil Audero mencatat sejarah penting bagi sepak bola Indonesia setelah menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di kompetisi LaLiga.
Kiper Rayo Vallecano itu dipercaya mengawal gawang saat menghadapi Real Madrid di Stadion Santiago Bernabéu, Minggu (13/9/2026).
Meski Rayo Vallecano harus menghadapi tekanan berat, penjaga gawang berusia 29 tahun itu mampu menunjukkan performa yang meyakinkan.
Audero tampil tenang di bawah mistar. Refleks, keberanian, dan kemampuannya membaca situasi membuat sejumlah peluang Real Madrid berhasil digagalkan.
Beberapa penyelamatan penting Audero bahkan mencegah Real Madrid mencetak gol lebih banyak.
Penampilan tersebut membuat sang kiper menjadi salah satu sisi positif Rayo Vallecano dalam lawatan sulit ke Bernabeu.
Keputusan memainkan Audero juga menjadi langkah penting dari pelatih Rayo Vallecano, BeNat San JosE.
Sebelumnya, posisi penjaga gawang lebih sering dipercayakan kepada Augusto Batalla.
San José menegaskan bahwa keputusan tersebut belum tentu mengubah hierarki kiper Rayo secara permanen.
“Ini bukan keputusan definitif karena tidak ada keputusan dalam sebuah pertandingan yang menurunkan 11 pemain sebagai starter yang definitif,” ujar San Jose dikutip dari Unionrayo
Meski demikian, sang pelatih mengaku puas dengan penampilan Audero dalam laga debutnya.
“Saya senang dengan debutnya, dengan kepribadiannya. Saya pikir pada babak kedua dia juga melakukan beberapa penyelamatan bagus dan kami sangat percaya kepadanya,” kata San Jose.
Kesempatan Audero datang ketika Batalla termasuk dalam daftar pemain yang absen.
Situasi tersebut membuat laga pertamanya sebagai starter Rayo Vallecano langsung berlangsung dalam kondisi yang sangat berat.