- Ajang pembinaan MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2026-2027 sukses merampungkan partai puncak di Jakarta Raya dan Yogyakarta pada Minggu (20/9/2026).
- SDN Gedong 03 dan SDN Cipayung 02 keluar sebagai juara di Jakarta, sementara SD Tarakanita Bumijo I serta SD Muhammadiyah Sapen menjuarai wilayah Yogyakarta.
- Head Coach Jacksen F. Tiago mengapresiasi peningkatan teknik dasar peserta yang diyakini mendukung target Timnas Putri Indonesia menuju Piala Dunia Wanita 2035.
Suara.com - Gemuruh kompetisi sepak bola putri usia dini kembali memanaskan lapangan hijau melalui perhelatan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026-2027 di Jakarta dan Yogyakarta.
Ajang pembinaan akar rumput tersebut menuntaskan partai puncak pada Minggu (20/9/2026) dengan melahirkan sejumlah juara baru dan tim yang mampu mempertahankan gelar.
Di wilayah Jakarta Raya, gelar juara diraih SDN Gedong 03 pada kategori KU 10 dan SDN Cipayung 02 di kategori KU 12.
Sementara itu, regional Yogyakarta memunculkan SD Tarakanita Bumijo I sebagai juara baru KU 10, sedangkan SD Muhammadiyah Sapen kembali menguasai kategori KU 12.
Drama Final di Jakarta
![MLSC Seri 1 2026-2027 di Jakarta dan Yogyakarta rampung. SDN Cipayung 02 dan SD Tarakanita Bumijo I menjadi juara, sementara Jacksen soroti talenta muda. [Dok. Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/20/44798-mlsc-jakarta.jpg)
MLSC Jakarta Raya tahun ini diikuti 1.928 atlet muda dari 111 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI).
Final KU 10 mempertemukan SDN Gedong 03 dengan UPTD SDN Mampang 1. SDN Gedong 03 tampil dominan dan menang 3-0.
Penyerang SDN Gedong 03, Keenar, menjadi penentu kemenangan dengan mencetak dua gol pada babak pertama. Neha Rayadinata kemudian melengkapi kemenangan pada babak kedua.
Drama terjadi pada final KU 12 yang mempertemukan SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dan SDN Cipayung 02.
Sempat tertinggal pada awal pertandingan, SDN Kebayoran Lama Selatan 19 berbalik unggul 2-1 sebelum turun minum melalui gol Maura Jihan Athifa dan Alesha Kaysha Salsabila.
SDN Cipayung 02 kemudian menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui Gildas Syauqillah pada menit ke-19. Pertandingan pun dilanjutkan ke adu penalti.
SDN Cipayung 02 akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti sekaligus memastikan gelar juara KU 12. Gildas juga dinobatkan sebagai top scorer turnamen.
“Di babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago," ungkap Gildas menceritakan momen ketegangan timnya.
"Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerjasama tim yang terus dilatih selama sekitar dua minggu persiapan,” tambah Gildas.
Hattrick Alisya Antar Tarakanita Juara
Di Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I menjadi juara KU 10 setelah mengalahkan SD Muhammadiyah Sapen dengan skor 3-1.
Seluruh gol kemenangan SD Tarakanita Bumijo I dicetak Alisya Natalia Bandari. Ia mencetak hattrick pada menit ke-5, 24, dan 29.
Meski gagal meraih gelar KU 10, SD Muhammadiyah Sapen membalas pada kategori KU 12.
SD Muhammadiyah Sapen mengalahkan SD Kalasan 1 dengan skor 1-0 melalui gol Ralin Adiba Fitria Sanjaya pada menit ke-17.
Jacksen Soroti Perkembangan Teknik Dasar
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, mengapresiasi perkembangan permainan para peserta sepanjang MLSC Seri 1 2026-2027.
Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut menilai para pemain mulai menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai teknik dasar dan permainan sebagai sebuah tim.
“Melihat pertandingan yang sudah berjalan di MLSC seri 1 tahun ini, nampak ada sejumlah perkembangan dari kemampuan para peserta," kata Jacksen memberikan analisisnya.
"Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus," rincinya memuji keterampilan dasar pemain.
"Dan yang penting, mereka mulai mengerti cara bermain sebagai sebuah tim,” ujar pria asal Brasil tersebut menambahkan.
Jacksen juga meyakini target membawa Timnas Putri Indonesia menembus putaran final Piala Dunia Wanita 2035 dapat diwujudkan melalui proses pembinaan yang berkelanjutan.
"Menurut saya, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah berhasil membuat sepak bola putri benar-benar menggeliat dan kita sekarang mulai bisa melihat hasil dari proses itu," tegasnya.
Regulasi Lapangan KU 10 Berubah
MLSC Seri 1 2026-2027 tetap menggunakan format pertandingan tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside.
Perubahan terjadi pada dimensi lapangan kategori KU 10 yang diperlebar menjadi 42 x 26 meter, sama seperti ukuran lapangan untuk kategori KU 12.
Penyelenggara juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk kategori usia 8 tahun sebagai bagian dari upaya memperkenalkan sepak bola sejak usia dini.