- Pelatih Thomas Doley mengeluhkan minimnya waktu persiapan karena skuad lengkap baru berlatih di Jakarta pada Selasa.
- Shamit menilai kehadiran pemain baru memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas serta persaingan internal skuad Bangladesh.
- Di tengah keterbatasan waktu, Thomas Doley merasa puas dengan fasilitas latihan dan antusiasme tinggi para pemain.
Suara.com - Pelatih Timnas Bangladesh Thomas Dooley mengeluhkan minimnya waktu persiapan skuadnya jelang menghadapi rangkaian pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta.
Pelatih berkebangsaan Jerman-Amerika Serikat itu baru bisa menggelar latihan dengan skuad lengkap pada Selasa (22/9/2026).
Kondisi tersebut membuat Dooley hanya memiliki waktu sekitar dua hingga tiga hari untuk mempersiapkan tim menghadapi pertandingan pertama.
“Sayangnya, kami hanya memiliki waktu dua atau tiga hari untuk mempersiapkan pertandingan pertama bersama seluruh skuad. Para pemain harus membangun pemahaman satu sama lain,” ujar Dooley, dikutip dari Bangla Tribune.
![Kagum dengan Kualitas Lapangan, Pelatih Bangladesh Keluhkan Hal Ini Jelang Lawan Timnas Indonesia [Dok Banglatribune]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/23/67419-bangladesh.jpg)
Masalah tersebut semakin terasa karena Bangladesh membawa sejumlah pemain baru ke dalam skuad.
Dooley harus bergerak cepat untuk membangun koordinasi, terutama karena beberapa pemain belum pernah bermain bersama Shamit, Hamza maupun Fahad.
Menurut Thomas Dooley, membangun chemistry dalam waktu singkat menjadi salah satu tantangan terbesar Bangladesh di turnamen tersebut. Apalagi, timnya harus segera beradaptasi dengan karakter para pemain yang baru bergabung.
Meski demikian, Shamit justru melihat kehadiran pemain-pemain baru sebagai sesuatu yang positif. Ia mengaku terkesan dengan kualitas para pemain yang baru pertama kali menjalani latihan bersama.
“Beberapa pemain baru telah bergabung. Sangat menyenangkan bertemu mereka dan berlatih bersama untuk pertama kalinya. Saya sangat terkesan,” kata Shamit.
Menurutnya, setiap pemain baru memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada tim.
Kehadiran mereka dinilai dapat meningkatkan kualitas skuad sekaligus menciptakan persaingan yang lebih kompetitif untuk mendapatkan tempat di tim utama.
“Semua orang bisa memberikan sesuatu kepada grup kami. Dari sana, skuad kami akan menjadi lebih baik dan persaingan juga meningkat,” ujarnya.
Shamit juga menegaskan bahwa persaingan internal tidak boleh membuat para pemain melupakan tujuan utama Bangladesh.
Seluruh pemain tetap memiliki target yang sama, yakni memberikan hasil terbaik untuk negaranya.
“Tujuan kami semua sama—berbuat baik untuk Bangladesh, memenangkan pertandingan dan bermain dengan baik,” tegasnya.
Doley Puas Latihan di Jakarta
Di tengah keterbatasan waktu persiapan, Doley tetap mengaku puas dengan sesi latihan perdana Bangladesh bersama skuad lengkap di Jakarta.
Ia memberikan apresiasi terhadap kualitas lapangan serta fasilitas latihan yang digunakan timnya.
Menurut Doley, kondisi tersebut membantu para pemain menjalani persiapan dengan suasana positif.
“Kami menjalani sesi latihan yang sangat bagus. Lapangan dan fasilitas di sini luar biasa. Saya sangat senang bermain di permukaan seperti ini,” ujar Doley.
Ia juga melihat energi positif dari para pemain Bangladesh selama menjalani latihan.
“Ada energi dan antusiasme yang luar biasa dari semua orang,” katanya.
Namun, Bangladesh masih belum bisa berlatih dengan kekuatan penuh karena Sheikh Morsalin belum bergabung dalam latihan utama.
Pemain tersebut masih menjalani sesi pemulihan secara terpisah akibat cedera betis.