- PDI Perjuangan mengajak generasi muda meneladani semangat Soekarno menjelang ajang Soekarno Run 2026 di Blitar.
- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan tersebut pada Sabtu 7 November 2026 di Blitar, Jawa Timur.
- Ajang lari yang dijadwalkan pada 8 November 2026 ini bertujuan melatih ketangguhan mental serta pantang menyerah.
Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) mengajak generasi muda untuk menghidupkan dan meneladani semangat perjuangan Presiden pertama RI, Soekarno, dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara.
Pesan tersebut disampaikan menjelang penyelenggaraan Soekarno Run 2026 di Blitar, Jawa Timur. Ajang lari tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/11/2026) pagi.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya menanamkan nilai keberanian, idealisme, serta prinsip kemandirian atau berdikari kepada generasi muda agar mampu menghadapi berbagai dinamika zaman.
"Karena itulah, Soekarno Run itu menjadi suatu bagian dari kultur PDI-P agar anak-anak muda percaya diri, berpikir merdeka, dan juga punya keberanian di dalam mengabdi kepada bangsa dan negaranya," ujar Hasto di Blitar, Sabtu (7/11/2026).
Hasto juga menyoroti perlunya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta daya kreativitas tinggi sebagai modal utama generasi penerus dalam mengisi pembangunan di berbagai sektor.
"Anak-anak muda harus kreatif, harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, harus bergerak dalam seluruh aspek kehidupan," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah berbagai tantangan global maupun nasional yang kian komplek, idealisme kebangsaan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa harus tetap menjadi kompas utama bagi kaum muda.
“Menghadapi tantangan apa pun, anak-anak muda harus digerakkan oleh suatu idealisme bagi bangsa dan negara dan meneladani suatu perjuangan dari para pendiri bangsa, khususnya Bung Karno,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPD PDI-P Jawa Timur, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Soekarno Run membawa pesan filosofis yang melampaui sekadar aktivitas kebugaran fisik.
Menurutnya, olahraga lari melatih ketangguhan mental dan daya juang untuk mencapai target tanpa mudah menyerah.
“Di dalam lari ini juga kita memiliki semangat. Semangat untuk terus mencapai dengan tujuan. Dari semangat itu kita diajarkan untuk pantang menyerah agar kita bisa sampai di garis finis. Itulah filosofi dari Sukarno Run. Lari ini sama seperti meneruskan perjuangan para pahlawan yang untuk mengisi setelah kemerdekaan,” kata Eri.
Ia mengaku PDIP berkomitmen menyediakan berbagai wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan energi mereka. Selain ajang lari, PDIP turut menggulirkan turnamen olahraga lain seperti sepak bola dan bola voli.
"Kami ingin memunculkan para pemuda memiliki tempat. Ketika ruang-ruang itu terbuka, kami buka untuk ada di Soekarno Cup, ada di Soekarno Run maupun di bola voli, maka kami yakin semangat para pemuda itulah yang akan bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa ini," kata Eri.