-
Perjuangan Indonesia menembus final FIFA ASEAN Cup 2026 dipastikan belum berakhir usai ditahan Malaysia.
-
Justin Hubner memuji kedisiplinan lini pertahanan Garuda yang tampil solid meski bermain sepuluh orang.
-
Indonesia wajib mengalahkan Bangladesh pada laga pamungkas untuk menjaga peluang lolos ke final.
Suara.com - Hasil imbang tanpa gol melawan Malaysia tidak menyurutkan optimisme Timnas Indonesia untuk melangkah ke babak pemungkas FIFA ASEAN Cup 2026.
Skuad Garuda langsung mengalihkan fokus penuh untuk mengamankan poin penuh pada laga pemungkas fase grup mendatang.
Lini pertahanan Indonesia menunjukkan ketangguhan luar biasa saat membendung gempuran lawan sepanjang sisa waktu pertandingan.
![Pesepak bola Tim Nasional Indonesia Ole Romeny (tengah) terjatuh usai berebut bola dengan dibayangi pesepak bola Tim Nasional Malaysia Quentin Cheng (kanan) dalam pertandingan penyisihan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/app/kye]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/29/49771-fifa-asean-cup-2026-timnas-indonesia-vs-malaysia-john-herdman.jpg)
Kehilangan satu pemain di babak pertama memaksa jajaran pemain belakang bekerja ekstra keras menjaga kesucian gawang tuan rumah.
Perjuangan pantang menyerah ini menjadi modal berharga bagi seluruh anggota tim untuk menatap tantangan berikutnya.
"Ya, tentu saja. Saya pikir semuanya belum berakhir. Jadi, kami fokus pada pertandingan berikutnya dan semoga kami bisa mengalahkan Bangladesh di laga selanjutnya," kata Justin Hubner saat ditemui di mixed zone SUGBK setelah pertandingan usai.
Poin satu yang diraih di kandang sendiri menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen sementara Grup A.
Persaingan menuju partai puncak kian ketat karena tim Merah Putih hanya kalah selisih gol dari rival abadi di puncak.
Situasi ini menuntut kemenangan mutlak saat berhadapan dengan Bangladesh pada laga pemungkas hari Kamis besok.
Selain meraih hasil maksimal, kepastian langkah Indonesia juga bergantung pada hasil pertandingan antara Malaysia menghadapi Singapura.
Peta permainan berubah drastis setelah Thom Haye diganjar kartu merah oleh wasit pada pertengahan babak pertama.
Kekurangan jumlah pemain membuat aliran serangan Indonesia tersendat hingga sulit membobol gawang lawan.
Meski demikian, kedisiplinan barisan pengawal pertahanan patut mendapat apresiasi tinggi atas konsistensi mereka sepanjang laga.
Kolaborasi Justin Hubner bersama Elkan Baggott, Kevin Diks, Dean James, dan Maarten Paes sukses mengamankan area terlarang.
Sejumlah penyelamatan krusial yang dilakukan Paes memastikan gawang Indonesia tetap perawan hingga peluit panjang berbunyi.
"Bermain dengan 10 pemain memang selalu sulit, tetapi jika melihat bagaimana kami bertahan di akhir pertandingan, saya pikir itu layak mendapat pujian besar untuk tim," kata pemain yang baru mencatatkan caps ke-20-nya bersama tim Garuda itu.
“Saya pikir semua orang ingin melihat kami menang, tetapi jika kami bisa bertahan seperti ini, tidak ada tim yang akan bisa mencetak gol ke gawang kami," kata dia.
Pencapaian clean sheet di Stadion Utama Gelora Bung Karno membuktikan solidnya koordinasi lini belakang Indonesia dalam situasi tertekan.
Ketahanan benteng pertahanan ini menjadi fondasi utama bagi pelatih untuk menyusun strategi yang lebih tajam pada pertandingan krusial berikutnya.
Para pemain berkomitmen tampil lebih agresif demi mengamankan tiket menuju babak final kompetisi antarnegara Asia Tenggara ini.
Pertemuan antara Indonesia dan Malaysia pada laga kedua Grup A berlangsung ketat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dengan dukungan penuh suporter, namun harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-36.
Tambahan satu poin dari laga ini membuat Indonesia mengoleksi total empat poin di papan klasemen sementara.
Format turnamen yang hanya meloloskan juara grup ke partai final membuat laga pamungkas mendatang menjadi penentu nasib Skuad Garuda.