- Suporter meneriakkan nama Shin Tae-yong di SUGBK Jakarta seusai Timnas Indonesia ditahan imbang Malaysia tanpa gol pada Senin (28/9/2026).
- Kapten Kevin Diks dan pelatih Rahmad Darmawan menilai respons suporter kurang tepat karena sepuluh pemain telah berjuang keras menahan imbang lawan.
- Timnas Indonesia selanjutnya harus mengalihkan fokus untuk menghadapi pertandingan terakhir Grup A melawan Bangladesh di SUGBK pada Kamis (1/10/2026).
Rahmad juga menyoroti ancaman Arif Aiman yang beberapa kali memberikan tekanan dari sisi sayap.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin sulit diatasi ketika Indonesia harus bermain dengan 10 pemain.
Bagi Rahmad, hasil imbang tanpa kebobolan juga tidak terlepas dari perjuangan para pemain di lapangan.
Karena itu, ia meminta reaksi setelah pertandingan tidak justru membuat pemain semakin terbebani.
Rahmad secara khusus menyoroti kebiasaan pemain mendatangi tribun penonton seusai pertandingan, terutama ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan.
“Jika kalah, pemain masih harus ke tribun, sementara mereka sudah capek dan lelah berjuang, tetapi masih menerima kritik pedas dengan bahasa yang kasar dan memancing emosi,” kata Rahmad.
Sebagai alternatif, Rahmad menyarankan adanya seremoni yang lebih proporsional antara pemain dan suporter.
Para pemain, menurutnya, bisa cukup berkumpul membentuk lingkaran di tengah lapangan, kemudian menyapa penonton tanpa harus menghadapi tekanan secara langsung.
Timnas Indonesia kini harus segera mengalihkan fokus ke pertandingan terakhir Grup A melawan Bangladesh di SUGBK, Kamis (1/10/2026).