-
Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti dramatis 4-2.
-
Elkan Baggott mencetak gol penyeimbang krusial di menit ke-114 sebelum menuntaskan tugas sebagai eksekutor penalti.
-
Kemenangan ini mengakhiri puasa gelar timnas senior Indonesia selama 35 tahun sejak SEA Games 1991.
Suara.com - Elkan Baggott akhirnya mendapatkan momen yang selama ini dinantikan bersama Timnas Indonesia. Ia bahkan menyebut skuad Garuda kini adalah King ASEAN.
Lima tahun setelah merasakan pahitnya kekalahan dari Thailand di final Piala AFF, bek jangkung tersebut kini menjadi bagian dari generasi yang membawa Skuad Garuda meraih trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
Indonesia memastikan gelar setelah melewati pertandingan dramatis kontra Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
![Pesepak bola Timnas Indonesia menyanyikan lagu Tanah Airku usai mengalahkan Timnas Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/Lmo/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/06/79641-fifa-asean-cup-2026-timnas-indonesia-juara-fifa-asean-cup-2026-skuad-timnas-indonesia.jpg)
Kemenangan 4-2 melalui adu penalti membuat Elkan merasakan pengalaman yang sangat berbeda dibandingkan final yang dijalaninya lima tahun sebelumnya.
Elkan merupakan bagian dari skuad Indonesia ketika menghadapi Thailand pada final Piala AFF 2020 yang berlangsung pada Desember 2021.
Kala itu, Skuad Garuda harus menerima kenyataan pahit setelah kalah dengan agregat 2-6. Thailand menjadi juara, sementara Elkan dan rekan-rekannya harus puas dengan posisi runner-up.
Lima tahun berselang, Elkan kembali berhadapan dengan lawan yang sama di pertandingan puncak. Namun, kali ini cerita yang tercipta benar-benar berbeda.
Bukan pulang dengan kekecewaan, Elkan justru menjadi bagian penting dalam keberhasilan Indonesia mengakhiri penantian panjang gelar di level senior.
Indonesia sempat berada dalam situasi sulit setelah Thailand membalikkan keadaan pada babak tambahan. Skuad Garuda lebih dahulu membuka keunggulan melalui Dean James pada menit ke-85.
Thailand kemudian langsung memberikan respons melalui Iklas Sanron semenit berselang. Pertandingan memasuki extra time dan Thailand kembali berada di depan setelah Peeradol Chamrasamee mencetak gol pada menit ke-110.
Ketika Indonesia membutuhkan gol untuk menyamakan kedudukan, Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat. Bek kelahiran Bangkok tersebut mencetak gol pada menit ke-114 untuk membuat skor kembali menjadi 2-2.
Tembakan Elkan sempat mengenai bagian bawah mistar sebelum bola melewati garis gawang Thailand. Gol tersebut menjaga peluang Indonesia hingga pertandingan berakhir.
Skor 2-2 bertahan sampai 120 menit sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menuntaskan tugas sebagai eksekutor.
Thailand hanya mampu mencetak dua gol dari kesempatan yang didapat. Emil Audero kemudian memastikan kemenangan Indonesia setelah menggagalkan tendangan Nattapong Sayriya.
Setelah pertandingan, Elkan mengungkapkan bahwa perjalanan menuju gelar juara membuatnya kembali mengingat pengalaman pahit ketika Indonesia dikalahkan Thailand di final Piala AFF 2020.
Pelatih juga sempat mengingatkan kembali momen tersebut kepada para pemain sebagai bagian dari perjalanan tim menuju pertandingan puncak.
"Pelatih telah menunjukkan di hotel semua waktu ketika kita kehilangan di final. Dan dari sebuah klimaks dari final Piala AFF di mana kita kalah dari Thailand," kata Elkan dalam jumpa pers seusai pertandingan.
Menurut Elkan, banyak hal telah berubah dalam sepak bola Indonesia sejak kekalahan tersebut. Meski begitu, ada satu hal yang tetap menjadi pemersatu para pemain, yaitu rasa cinta terhadap Timnas Indonesia.
"Banyak yang telah berubah di federasi, dan banyak yang juga berubah di sini. Tapi satu hal yang pasti, kita semua mencintai dan ingin mewakili negara ini," katanya.
Kali ini, Elkan tidak lagi meninggalkan lapangan sebagai pemain yang gagal mengangkat trofi.
Ia justru mencetak gol penting dan kemudian menjadi salah satu eksekutor yang berhasil menjalankan tugas dalam drama adu penalti.
Keberhasilan tersebut membuat Elkan tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Bek Timnas Indonesia itu bahkan menyampaikan pernyataan penuh keyakinan setelah Skuad Garuda memastikan gelar juara.
"Saya pikir kita sudah menunjukkannya, kita adalah Raja Asia Tenggara," ujar Elkan sambil tertawa.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran kepercayaan diri yang muncul setelah Indonesia berhasil menaklukkan Thailand dalam pertandingan final yang penuh tekanan.
Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus menjadi gelar pertama Timnas Indonesia dalam ajang resmi FIFA.
Pencapaian tersebut juga mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk kembali menjadi juara di level senior.
Indonesia terakhir kali meraih gelar senior pada SEA Games 1991. Setelah menunggu 35 tahun, Skuad Garuda akhirnya kembali merasakan kebahagiaan mengangkat trofi.