-
Australia terus berupaya merekrut Mathew Baker meski sudah debut di Timnas Indonesia senior.
-
Status laga persahabatan membuat ikatan Baker dengan federasi Indonesia belum terkunci secara permanen.
-
Kelanjutan proses perpindahan asosiasi Baker bergantung pada dokumen kewarganegaraan dan keputusan sang pemain.
Suara.com - Media Australia mengungkap upaya Football Australia untuk mendapatkan jasa pemain muda Timnas Indonesia, Mathew Baker. Meski sudah menjalani debut bersama skuad senior Garuda, peluang bek 17 tahun itu untuk berpindah membela Socceroos ternyata belum sepenuhnya tertutup.
Laporan Futbol Australia menyebut Negeri Kanguru masih berusaha mendekati pemain yang kini memperkuat Melbourne City tersebut.
"Sepertinya Australia mencoba untuk mendekati Mathew Baker untuk bermain dengan tim nasional walau ada fakta di mana bek Melbourne City tersebut sudah debut bersama Timnas Indonesia," tulis Futbol Australia, dikutip Selasa (3/11/2026).

Baker memang memiliki ikatan dengan kedua negara. Pemain kelahiran Melbourne, 13 Mei 2009, itu memiliki ayah berkebangsaan Australia dan ibu asal Indonesia.
Sebelum memperkuat Indonesia, Baker juga sempat mendapatkan panggilan dari tim nasional kelompok umur Australia. Namun, ia kemudian memilih membela Garuda dan sudah mencatatkan penampilan bersama tim senior.
Menariknya, debut Baker bersama Timnas Indonesia senior saat menghadapi Oman pada 5 Juni 2026 belum otomatis membuatnya terikat secara permanen dengan Indonesia.
Pasalnya, pertandingan tersebut merupakan laga persahabatan FIFA Matchday, bukan pertandingan kompetisi resmi.
Dalam regulasi FIFA, penampilan di pertandingan persahabatan tidak membuat seorang pemain terkunci secara permanen dengan asosiasi yang dibelanya.
Hal itu dijelaskan dalam Commentary on the Rules Governing Eligibility to Play for Representative Teams edisi September 2026.
Namun, situasi Baker tidak sesederhana itu. Ia sudah lebih dahulu memperkuat Indonesia dalam kompetisi resmi kelompok umur yang diselenggarakan AFC.
Salah satunya ketika menghadapi Kuwait pada Kualifikasi Piala Asia U-17 2025, 23 Oktober 2024. Dalam pertandingan tersebut, Baker bahkan mencetak gol kemenangan Garuda Asia.
Kondisi ini membuat Article 10 Paragraph 2(a) regulasi FIFA menjadi salah satu poin penting dalam membahas peluang perpindahan asosiasi Baker.
Aturan tersebut memungkinkan seorang pemain mengajukan perpindahan asosiasi setelah pernah tampil dalam kompetisi resmi di bawah level senior internasional, dengan syarat sudah memiliki kewarganegaraan negara yang ingin dibelanya sebelum menjalani pertandingan resmi pertamanya bersama asosiasi sebelumnya.
Dengan demikian, Australia masih memiliki jalur untuk mengajukan perpindahan asosiasi Baker apabila dapat membuktikan bahwa sang pemain sudah berstatus warga negara Australia sebelum tampil dalam pertandingan resmi bersama Indonesia.
Status kewarganegaraan tersebut harus dibuktikan melalui dokumen resmi yang dapat diverifikasi FIFA. Tempat kelahiran maupun hubungan keturunan saja tidak otomatis cukup untuk memenuhi persyaratan tersebut.
Situasi ini juga membuat penjelasan mengenai masa tunggu tiga tahun dan batas maksimal tiga penampilan senior perlu dipahami secara cermat.
Ketentuan tersebut tercantum dalam Article 10 Paragraph 2(c), yang berlaku bagi pemain yang sudah tampil dalam kompetisi resmi di level senior internasional atau A International Level dan harus memenuhi sejumlah persyaratan tambahan.
Sebelumnya, Baker sempat menjelaskan konsekuensi pilihannya kepada SBS Indonesian dalam wawancara yang dipublikasikan pada 15 Juli 2026.
Ia menyebut harus menunggu tiga tahun dan apabila mendapatkan dua penampilan tambahan bersama Indonesia, kesempatan berpindah akan tertutup.
Namun, penjelasan tersebut tidak serta-merta menutup jalur berbeda yang diatur dalam Article 10 Paragraph 2(a).
Sebab, debut Baker melawan Oman berstatus pertandingan persahabatan, sementara penampilannya di kompetisi resmi AFC kelompok umur menjadi bagian penting dalam penilaian FIFA.
Meski peluang perpindahan masih terbuka melalui jalur regulasi tertentu, keputusan akhir tetap bergantung pada Baker dan persetujuan FIFA melalui Players' Status Chamber.
Football Australia harus mengajukan permohonan resmi dengan menyertakan bukti kewarganegaraan serta memenuhi persyaratan yang berlaku. Persetujuan tertulis dari pemain juga diperlukan, termasuk dari orang tua atau wali karena Baker masih berusia di bawah 18 tahun.