Nasib Citra Polri Setelah Kapuslabfor Diduga Terseret Kasus Rekayasa Kematian Brigadir J

Suara Cianjur

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:36 WIB
Nasib Citra Polri Setelah Kapuslabfor Diduga Terseret Kasus Rekayasa Kematian Brigadir J
Penjagaan ketat di rumah Ferdy Sambo (Dok.net)

SuaraCianjur.id- Kasus pembunuhan Brigadir J dengan aktor utama Irjen Pol Ferdy Sambo telah menyeret sejumlah nama-nama personel Polri

Dari data terbaru sebanyak 35 personel diduga melanggar kode etik profesi polisi (KEPP) dalam penanganan kasus tersebut. Dari sekian nama ada Kapuslabfor Polri, yang dijabat oleh Brigjen Agus Budiharta. Ia kini ditempatkan dalam tempat khusus (Patsus) Mako Brimob. Keterlibatan Kapuslabfor, semakin menambah daftar panjang citra buruk Korps Bhayangkara.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menilai dengan adanya situasi yang terjadi sekarang, kinerja selama ini hanyalah sia-sia. Selama ini kerja-kerja Polisi dalam mengungkap kasus sangat bergantung pada fungsi Laboratorium Forensik.

"LBH Jakarta menilai bahwa dugaan keterlibatan tersebut menambah buruk citra Polri karena kerja-kerja kepolisian selama ini cukup bergantung pada fungsi Labfor dalam mengungkap suatu kasus kejahatan," kata pengacara publik LBH Jakarta, Teo Reffelsen dalam keterangannya, Selasa (16/8/2022).

Teo mengatakan dalam perkembangan teknik penyidikan modern Scientific Crime Investigation merupakan perangkat kemampuan, yang wajib dikuasai oleh Kepolisian modern di tengah kompleksitas fenomena kejahatan.

Tampaknya integritas ujung tombak Scientific Crime Investigation tercoreng setelah adanya dugaan keterlibatan Brigjen Agus Budiharta yang saat ini duduk di kursi Kapuslabfor. 

Dalam beberapa kasus yang ditangani oleh LBH Jakarta, lanjut Teo, integritas dari hasil forensik patut dipertanyakan kebenarannya. 

Kedudukan Puslabfor dalam struktur kepolisian, menjadikan sebuah bagian struktur yang mungkin bisa diintervensi dan dipengaruhi karena terdapat relasi kuasa.

"Terlebih terhadap kasus-kasus yang melibatkan anggota kepolisian," kata dia.

baca juga

LBH Jakarta juga menilai terkait dugaan keterlibatan Brigjen Agus, ada hal yang kontradiktif dengan apa yang selama ini disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Kapolri pada tanggal 5 Agustus 2022 lalu menyebut, akan mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J menggunakan metode Scientific Crime Investigation.

"Sehingga LBH Jakarta berpandangan bahwa pernyataan Kapolri tersebut patut untuk disangsikan," ucap Teo.

Teo melanjutkan, kasus kematian Brigadir J menunjuklan adanya dugaan kuat kalau Puslabfor sangat rentan digunakan sebagai sarana rekayasa kasus. 

Merujuk pada catatan pendampingan LBH Jakarta, terdapat kasus salah tangkap disertai penyiksaan yang sarat akan rekayasa dan diduga kuat melibatkan Puslabfor Polri, yakni kasus salah tangkap di Bekasi.

Teo mengatakan, dalam kasus tersebut Labfor melakukan pemeriksaan laboratoris kriminalistik terhadap beberapa barang bukti. Namun, pemeriksaan yang dilakukan Labfor tersebut tidak dilakukan dengan kepatuhan terhadap kaidah-kaidah pemeriksaan forensik.

"Karena Labfor tidak menjelaskan secara langsung kaitan antara pelaku dengan korban dan pelaku dengan barang bukti (barang bukti tidak dapat dihubungkan dengan pelaku)," jelasnya.

Contoh kasus lain yang disampaikan oleh Teo adalah penyiraman air keras kepada mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Apa yang terjadi dalam tersebut mencuat kabar adanya dugaan penghilangan petunjuk dan barang bukti untuk pengungkapan kasus.

"Lebih dari itu, bukan tidak mungkin kasus-kasus kejahatan lain yang diungkap dengan keterlibatan Puslabfor sarat akan rekayasa hasil pemeriksaan," papar Teo.

Merujuk pada beberapa catatan tersebut, maka LBH Jakarta pun mendesak beberapa poin yang disampaikan: 

1.Presiden dan DPR, serta pemangku kepentingan lainnya membentuk Lembaga Forensik Independen di luar Polri yang diisi oleh profesional, pakar, atau akademisi yang bebas dari pengaruh dan kepentingan apa pun.

2.Kapolri menonaktifkan semua jajaran Puslabfor yang terlibat dalam dugaan rekayasa kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

3.Kapolri memerintahkan jajarannya agar melakukan pemeriksaan secara objektif dan menyeluruh baik penegakan hukum pidana melalui Timsus maupun secara etik dan disiplin melalui Itsus atas keterlibatan Puslabfor dalam dugaan rekayasa kasus dan penghalang-halangan penegakan hukum di kasus pembunuhan Brigadir Yosua.

4.Kapolri melakukan evaluasi menyeluruh atas kerja-kerja Puslabfor Polri yang diduga kuat rentan digunakan sebagai sarana rekayasa kasus.

5.Lembaga Negara Independen, seperti Komnas HAM RI dan Ombudsman RI melakukan pemeriksaan secara aktif terhadap dugaan pelanggaran HAM atau Maladministrasi yang dilakukan oleh Puslabfor dalam menjalankan fungsinya untuk membantu proses penegakan hukum.

6.Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) mengambil peranan aktif dalam memeriksa dugaan kesalahan penerapan disiplin ilmu kedokteran, serta menetapkan sanksi terhadapnya.

Sumber: Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puan Maharani Beri Sinyal ke Komisi III DPR untuk Panggil Kapolri Bahas Kasus Pembunuhan Brigadir J

Puan Maharani Beri Sinyal ke Komisi III DPR untuk Panggil Kapolri Bahas Kasus Pembunuhan Brigadir J

Cianjur | Selasa, 16 Agustus 2022 | 20:15 WIB

Pidato Presiden Jokowi Jelang HUT Kemerdekaan Ingatkan Hukum Ditegakkan Secara Adil Tanpa Pandang Bulu

Pidato Presiden Jokowi Jelang HUT Kemerdekaan Ingatkan Hukum Ditegakkan Secara Adil Tanpa Pandang Bulu

Cianjur | Selasa, 16 Agustus 2022 | 12:40 WIB

Si Cantik dan Ancaman Putri Candrawathi ke Ferdy Sambo Pemicu Pertengkaran di Magelang

Si Cantik dan Ancaman Putri Candrawathi ke Ferdy Sambo Pemicu Pertengkaran di Magelang

Cianjur | Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:41 WIB

Terkini

Ambisi Rp20 Triliun: Siasat Lampung Ubah Tanah Lada Jadi Raksasa Industri Pangan Sumbagsel

Ambisi Rp20 Triliun: Siasat Lampung Ubah Tanah Lada Jadi Raksasa Industri Pangan Sumbagsel

Lampung | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:33 WIB

Drakor The Trauma Code: Heroes on Call Berpotensi Lanjut Season 2 dan 3, Netflix Buka Suara

Drakor The Trauma Code: Heroes on Call Berpotensi Lanjut Season 2 dan 3, Netflix Buka Suara

Your Say | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:30 WIB

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:24 WIB

Munas dan Konbes NU di Ponpes Al-Falah Ploso Berlangsung Tegang, Aksi Saling Dorong Terjadi

Munas dan Konbes NU di Ponpes Al-Falah Ploso Berlangsung Tegang, Aksi Saling Dorong Terjadi

Jatim | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:23 WIB

Apakah Bedak Tabur Marcks Aman untuk Kulit Berjerawat? Ini Klaim dan Kandungan 3 Variannya

Apakah Bedak Tabur Marcks Aman untuk Kulit Berjerawat? Ini Klaim dan Kandungan 3 Variannya

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:17 WIB

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:15 WIB

Skutik Urban Premium hingga Adventure, Indomobil Rilis QT dan Tyranno X di Solo

Skutik Urban Premium hingga Adventure, Indomobil Rilis QT dan Tyranno X di Solo

Otomotif | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:09 WIB

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB

Chongqing 1949, Pertunjukan Sejarah Berbalut Teknologi Canggih

Chongqing 1949, Pertunjukan Sejarah Berbalut Teknologi Canggih

Riau | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB

Turnamen Domino Nasional HGI Digelar di Jakarta, 1.500 Peserta Berebut Hadiah Rp200 Juta

Turnamen Domino Nasional HGI Digelar di Jakarta, 1.500 Peserta Berebut Hadiah Rp200 Juta

Tekno | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:02 WIB