"Jadi awalnya saya menyekolahkan anak saya di situ karena sekolah itu udah offline yang lain masih online," kata dia.
Hal yang Rebecca Posting di Media Sosial Hingga Membuatnya Dipanggil Sekolah
Sebelum dipanggil pihak sekolah, Rebecca mengunggah keluhannya di akun Instagramnya. Ia mengeluhkan area tempat duduk yang tidak boleh digunakannya hingga dia diusir.
"Parah sihh mau jemput anak sekolah cuma duduk dikursi ini diusir. Ketika ditanya siapa yang usir saya securitynya bilang barusan bos telpon dari dalam kantor bu," tulisnya di Instagram yang kemudian dia unggah kembali di akun TikToknya.
"Biasa ibu-ibu yang lain juga nunggu di sini juga ga apa-apa, kalo emang ga boleh harusnya ada peraturan atau larangan gitu lho," kata dia.
Kritikan Lainnya Soal Sistem Sekolah
"Kalo bikin aturan tolong yang jelas kalo memang ga boleh yang semuanya ga boleh jangan pilih-pilih orang. untuk kesekian kalinya saya kecewa menyekolahkan anak saya di sini," tulisnya.
Setelah beberapa bulan anaknya mendapat pendidikan di sekolah tersebut, Rebecca mulai mengeluhkan sistem belajarnya. Dia tak terima jika anaknya terlalu sering ganti guru.
"Baru sekolah 1-2 bulan, tapi guru udah ganti 3-4 kali guru. Security ganti-ganti, receptionist pun udah 4 kali ganti padahal baru beberapa bulan," ujarnya.
Menurut Rebecca, idealnya guru-guru di TK itu tidak terlalu sering berganti-ganti. Sebab, anak-anak itu masih kesulitan untuk terlalu sering beradaptasi dengan guru baru.
"Kalo bisa guru dan pegawai itu jangan ganti-ganti. Karena anak TK itu kan nyaman sama seseorang itu agak lama. Baru nyaman udha ganti-baru nyaman udah ganti"
Tak Hanya Rebecca yang Kesal
Menghadapi kondisi sistem belajar yang menurutnya kurang membuat nyaman, ia juga sebelumnya mendengar keluhan dari orang tua siswa TK yang lain.
"Jadi di situ mama-mama yang lain juga kesel (dengan kondisi tersebut)," kata dia.
"Kita pengen ngomong sama yayasan tuh minta tolong, (orang tua) murid itu adalah pertemuan dengan yayasan biar dibahas (hal-hal yang menjadi keresahannya dan orang tua siswa yang lain)," kata dia.