SuaraCianjur.id- Apakah kalian pernah mendengar atau pernah mengalami hubungan “Toxic”?
kalimat ini kerap diungkapkan atau dialami oleh seseorang yang merasa dirinya dirugikan oleh orang lain, baik secara fisik maupun emosional.
Kalaupun ada atau sedang mengalami situasi dengan orang-orang sekitar yang bisa menjadi sebuah hubungan menjadi Toxic, ada baiknya untuk segera dijauhi. Orang seperti ini yang biasa membuat kita menjadi sedih, tidak berharga, frustasi dan bahkan merasa bersalah atas kesalahan yang telah terjadi,
Jadi bagaimana kita harus menjauhi orang yang toxic?
1. Hanya mau senangnya saja.
Satu dari yang mempunyai kepribadian toxic itu anda merasakan jika seseorang yang tidak ada saat kita sedang kesusahan, namun ketika seseorang itu sedang merasakan kesusahan mereka memaksa kita untuk membantunya.
2. Tidak berempati atau bersimpati pada anda
Jangan pernah berharap pada siapapun untuk bisa memahami kita, karena biasanya orang yang mempunyai ciri toxic yaitu tidak bisa mengerti dan memahami kondisi orang lain.
3. Suka mengontrol dan manipulasi orang lain
Baca Juga: Ketahuan Selingkuh, Lesti Kejora Tidak Akan Maafkan Rizky Billar!
Hal paling tidak suka dari orang toxic itu untuk berbohong dan mengontrol orang lain, untuk mencapai tujuan mereka.
4. Tidak mau mengakui kesalahan atau minta maaf
Selain itu, mereka pun sering enggan untuk meminta maaf padahal itu kesalahan dia sendiri.
5. Sering merendahkan atau meremehkan anda
Apapun yang kita raih, kesuksesan dan keberhasilan pasti ada orang yang selalu menyangkal dan membuat kesal. Bahkan cenderung menganggap remeh apa yang telah kita lakukan dan raih. Jika mengalami hal ini baiknya untuk segera ambil sikap, jaga jarak atau menjauh.
Bagaimana untuk menghadapi orang toxic?
Ketika dihadapkan dengan orang toxic, maka sikap seseorang harus tenang dan pahami terlebih dahulu, apa penyebabnya dan masalahnya. Tapi harus dipikirkan bagaimana soal untuk mengambil keputusan.
Selanjutnya, terkadang mereka selalu memperlihatkan amarahnya dengan meledak-ledak, dengan cara untuk menanipulasi keadaan. Tapi seseorang harus berani mencoba menawarkan sebuah solusi yang baik, untuk mengatasi masalah tersebut.
Jadi tanpa harus meletakan seluruh kesalahannya pada diri anda sendiri.
Usahakan melakukan pembatasan dengan orang-orang yang dianggap mengganggu. Jika saat dirinya mengalami kesusahan dan diberikan empati atau saran akan sia-sia, karena mengingat kepribadian mereka.
Karena bisa jadi orang-orang yang dianggap menjadi toxic bisa saja mengalami gangguan kepribadian atau masalah mental, yang tidak ditangani ahlinya sehingga membuat komunikasi menjadi sulit.