Keterbatasan Subsidi Pemerintah, Saran Guru Besar Unpad Waktunya Petani Produksi Pupuk Organik

Suara Cianjur

Selasa, 11 Oktober 2022 | 13:56 WIB
Keterbatasan Subsidi Pemerintah, Saran Guru Besar Unpad Waktunya Petani Produksi Pupuk Organik
Pupuk subsidi (Foto Ilustrasi / Suara.com)

SuaraCianjur.id- Pupuk adalah faktor yang sngat krusial bagi para petani, karena itulah sumber nutrisi bagi pertumbuhan tanaman agar bisa tumbuh secara optimal.

Namun kini pupuk subsidi yang dialokasikan opeh pihak pemerintah memiliki jumlah yang terbatas. Tercatat dalam jumlah alokasi pupuk subsidi di tahun 2022 hanya sekitar 37sampai 42 persen, dari total kebutuhan petani Indonesia.

Harga pupuk non subsidi yang tidak murah dan bahkan bisa menabah biaya produksi bagi para petani di Indonesia.

Pemandangan seperti ini menjadi sorotan bagi Guru Besar Fakultas Pertanian dari Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Tualar Simarmata. Dirinya menanggapi soal situasi yang terjadi saat ini.

Menurutnya kemampuan pemerintah untuk menyedikakan pupuk bersubsidi sangat terbatas. Apalagi jika saat ini hanya berfokus pada dua jenis pupuk yang jumlahnya juga terbatas yakni Urea dan NPK

Sehingga dengan kondisi yang seperti itu, maka dirinya menyarankan sudah saatnya kalau para petani, harus melakukannya secara mandiri, demi memnuhi kebutuhan pupuk.

"Jadi solusinya di sini suka atau tidak suka harus dilakukan. Yakni membuat kemandirian pupuk di tingkat petani," terang Tualar kepada media, Selasa (11/10/2022).

Tualar melanjutkan, berkaitan dengan harga bahan baku pupuk yang turut ikut naik, merupakan imbas dari situasi konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Hal ini membuat situasi harga pupuk di tingkat global ikut naik.

"Dengan adanya perang Ukraina ini membuat harga pupuk melambung," jelasnya.

baca juga

Tualar mengataka untuk langkah antisipasi hal ini, maka para petani disarankan menggunakan pupuk organic, sebagai solusi bukan lagi hanya sebagai alternatif.  

"Pupuk yang harus kita gunakan berbasis organik, jadi harus kembali seperti dulu. Pupuk organik bukan menjadi alternatif tapi harus menjadi pupuk utama,” kata dia.

“Petani kita di tahun 60 sampai 70-an kan menggunakan pupuk organik dan belum mengenal pupuk anorganik (kimia)," tambahnya.

Apalagi sekarang untuk mengolah pupuk organik sudah berbasis teknologi. Sehingga hal itu seharusnya bisa menjadi kemudahan kepada para petani untuk memproduksi pupuk organik.

"Teknologi untuk membuat pupuk organik yang bagus kan sekarang sudah banyak, seperti mengolah jerami padi untuk dijadikan juga sebagai pupuk organik. Jadi hasil menanam padi bukan hanya beras tapi juga pupuk organik. Jangan seperti sekarang bahwa semuanya harus pupuk anorganik," jelasnya.

Namun demikian Tualar berhara kepada pemerintah untuk bisa terus memberikan fasilitas dan mendorong para petani, supaya bisa mengembangkan pupuk organik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Bergantung pada Pupuk Subsidi, Cerita Petani Albarokah Sudah 23 Tahun Memilih Pupuk Organik

Tak Bergantung pada Pupuk Subsidi, Cerita Petani Albarokah Sudah 23 Tahun Memilih Pupuk Organik

Jawa Tengah | Kamis, 29 September 2022 | 12:05 WIB

Sambangi Istana, Serikat Petani Indonesia Desak Kekerasan Terhadap Petani oleh Aparat Diminimalisasi

Sambangi Istana, Serikat Petani Indonesia Desak Kekerasan Terhadap Petani oleh Aparat Diminimalisasi

News | Sabtu, 24 September 2022 | 17:14 WIB

Diterima Kepala Setpres di Istana, Ini Tiga Tuntutan Presiden Partai Buruh dan Serikat Petani Indonesia

Diterima Kepala Setpres di Istana, Ini Tiga Tuntutan Presiden Partai Buruh dan Serikat Petani Indonesia

News | Sabtu, 24 September 2022 | 16:28 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×