"Dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit THT, dan juga spesialis penyakit mata, tidak satu pun yang menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah gas air mata. Tapi penyebab kematian adalah kekurangan oksigen, karena apa? Terjadi berdesak-desakan, trerinjak-injak, bertumpuk-tumpukan mengakibatkan kekurangan oksigen," kata Irjen Dedi, Senin (10/10) kemarin.
Efek dari gas air mata menurut Irjen Pol Dedi, pada dasarnya hanya menimbulkan iritasi tidak sampai menyebabkan kematian. Hal itu dia katakan karena hingga kini belum ada jurnal ilmiah yang menyebut fatalitas gas air mata yang bikin orang tewas.