Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Vania Rossa | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Foke). (Suara.com/Adiyoga)
  • Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan LPDP Pusat menyediakan kuota beasiswa luar negeri bagi seratus putra-putri Betawi.
  • Gubernur Pramono Anung menginisiasi program tersebut pada Sabtu, 11 April 2026, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
  • Fauzi Bowo menekankan pentingnya generasi muda Betawi meningkatkan daya saing agar mampu berkompetisi secara global dan lokal.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah memperjuangkan hak putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di luar negeri melalui program beasiswa.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dengan jajaran pengelola LPDP Pusat untuk merealisasikan rencana tersebut.

"Memang tidak bisa kalau Jakarta secara sendiri, Jakarta akan bekerja sama dengan LPDP Pusat. Dalam term pertama mungkin kami akan mengirim kurang lebih 100 mahasiswa, dan dari situ saya akan memberikan kuota untuk anak-anak Betawi, anak Jakarta," tutur Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).

Pramono menegaskan bahwa pemberian kuota khusus ini merupakan upaya untuk memberikan kesempatan bagi generasi muda Betawi.

"Kenapa itu kami berikan? Karena bagaimanapun, tentunya kami juga harus memberikan kesempatan untuk anak-anak Betawi bisa sekolah di luar," jelasnya.

Menanggapi rencana tersebut, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menyampaikan apresiasi atas atensi yang diberikan pemerintah.

Namun, figur yang akrab disapa Foke ini memberikan wejangan agar generasi muda Betawi tidak terlena dengan kemudahan yang diberikan.

"Betawi mesti kompetitif di mana saja," tegasnya.

Foke mengingatkan bahwa daya saing yang tinggi merupakan kunci utama agar anak-anak Betawi tidak terasingkan di tanah kelahirannya sendiri.

"Jangan dijadikan anak emas. Kalau nggak bisa kompetitif, jangan jadi orang. Apalagi mau jadi tuan di kampungnya sendiri," lanjut dia.

Ia pun memberikan perumpamaan ekstrem mengenai standar kualitas yang harus dimiliki anak Betawi agar mampu memenangkan persaingan di Jakarta.

"Kalau nggak kompetitif, orang lain pada ngomel. Iya kan? Andai kata Betawi nilainya 6, nggak cukup. Mesti 11 nilainya, baru cukup buat bisa kompetitif di Jakarta," pungkas Foke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalan Berlumpur Setu Babakan Bikin Wisata Anjlok, Pemprov DKI Akhirnya Turun Tangan!

Jalan Berlumpur Setu Babakan Bikin Wisata Anjlok, Pemprov DKI Akhirnya Turun Tangan!

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 14:59 WIB

Apa Itu Witch Hunt? Istilah yang Viral di Tengah Huru-hara Awardee LPDP

Apa Itu Witch Hunt? Istilah yang Viral di Tengah Huru-hara Awardee LPDP

Lifestyle | Minggu, 01 Maret 2026 | 11:29 WIB

Hotman Paris Desak Status WNI Dwi Sasetyaningtyas LPDP Dicabut, Apa Dampaknya?

Hotman Paris Desak Status WNI Dwi Sasetyaningtyas LPDP Dicabut, Apa Dampaknya?

Lifestyle | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:07 WIB

Terkini

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:22 WIB

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:10 WIB