Bagian Rekaman CCTV Tragedi Kanjuruhan Hilang, Komnas HAM Sebut Polanya Seperti Kasus Ferdy Sambo

Suara Cianjur Suara.Com
Selasa, 18 Oktober 2022 | 18:59 WIB
Bagian Rekaman CCTV Tragedi Kanjuruhan Hilang, Komnas HAM Sebut Polanya Seperti Kasus Ferdy Sambo
Suasana stadion Kanjuruhan usai tragedi Kanjuruhan yang sebabkan 132 jiwa melayang. (Foto Istimewa / Suara.com - Dimas Angga)

SuaraCianjur.id- Komnas HAM menyampaikan akan mendalami rekaman CCTV yang katanya hilang dalam Tragedi Kanjurhan Malang.

Rekaman CCTV itu menjadi salah satu catatan penting bagi Komnas HAM. Karena itu untuk mengungkap fakta yang terjadi dalam tragedi yang menewaskan 133 orang.

Menurut Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara, pola hilangnya rekaman CCTV disebut sama dengan kasus rekaman CCTV pembunuhan berencana Brigadir J, oleh Ferdy Sambo.

Dalam kasus tersebut seperti diketahui, Ferdy Sambo memerintahkan sejumlah anggota kepolisian untuk menghilangkan rekaman yang berkaitan dengan kasustersebut sesuai dengan skenario yang dibuatnya,.

"Jadi Komnas HAM sampai saat ini masih mendalami soal CCTV yang hilang itu, rekaman itu. Karena ini kan polanya saya kira pola berulang, seperti kemarin mau dikaitkan dengan Sambo juga ada seperti itu," terang Beka kepada wartawan di kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (18/10/2022), seperti mengutip dari Suara.com.

Sementara itu, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Malang mengungkap tayangan CCTV yang di lobby utama dan lapangan parkir seperti ada bagian yang hilang.

Dari rekaman hanya menunjukkan durasi satu jam 21 menit, sedangkan durasi seharusnya tiga jam 21 menit.

"Dan ini kalau TGIPF masih belum menemukan CCTV yang hilang tentu saja kami akan dalami juga, sebagai bagian dari penyelidikan Komnas HAM. Apalagi Komnas HAM ini penyelidikannya masih berjalan. Jadi kami masih punya kesempatan untuk mendalami hal itu," terang Beka.

Bagian rekaman CCTV yang itu bagi Komans HAM adalah sebuah unsur yang sangat penting. Terutama untuk menyandingkan hasil penyelidikan.

Baca Juga: Bharada E Dinilai Kurang Beruntung Ada Dalam Waktu yang Salah di Kasus Pembunuhan Brigadir J

"Menjadi lebih detail, dan itu yang pertama. Yang kedua juga kita bisa tahu kronologi seperti apa sehingga memperjelas. Saya kira memperjelas latarbelakang, kenapa korban yang jatuh itu sangat banyak. Itu yang kedua," jelas Beka.

"Yang ketiga itu juga bisa digunakan untuk memperjelas pihak-pihak yang harus bertanggungjawab. Artinya di lapangan, maupun nantinya para pengambil kebijakan atau yang menyusun strategi pengamanan, rencana pengamanan. Saya kira itu," lanjutnya. .

Sebelumnya TGIPF menyebut, awalnya kalau rekaman CCTV merekam smeua pergerakan rangkaian Barracuda yang akan melakukan evakuasi terhadap Klub Persebaya.

"Pergerakan awal rangkaian Barracuda yang akan melakukan evakuasi Tim Persebaya, dapat terekam melalui CCTV yang berada di Lobby utama dan Area Parkir," kata TGIPF dalam laporannya.

TGIPF mengaku sedang mengupayakan untuk meminta rekaman lengkap ke Polri

Sumber: Suara.com 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI