Ismail memastikan kalau dirinya tidak pernah bertemu ataupun turut memberikan uang kepada Jenderal bintang tiga itu.
"Nama saya Ismail Bolong saya saat ini sudah pensiun dini dari anggota Polri aktif mulai bulan Juli 2022. Perkenankan saya mohon maaf kepada Kabareskrim atas berita viral saat ini yang beredar. Saya klarifikasi bahwa berita itu tidak benar dan saya pastikan berita itu saya tidak pernah komunikasi sama Pak Kabareskrim apalagi memberikan uang. Saya tidak kenal," kata Ismail Bolong dalam video tersebut, Minggu (6/11).
Menurut Ismail Bolong, dirinya terkejut ketika tahu soal video itu sudah tersebar luas di media sosial dan viral. Ia mengaku juga kalau mendapatkan tekanan. Video itu kata Ismail sudah dibuat pada bulan Februari 2022.
"Saya kaget viral sekarang. Saya perlu jelaskan, bahwa pada bulan Februari itu datang anggota Mabes Polri dari Paminal Mabes Polri memeriksa saya, untuk memberikan testimoni kepada Kabareskrim dalam penuh tekanan dari Pak Hendra. Brigjen Hendra pada saat itu saya komunikasi melalui HP, melalui anggota Paminal dengan mengancam akan bawa kamu ke Jakarta kalau nggak mau melakukan testimoni," ungkap Ismail Bolong. (*)
Sumber:Suara.com