SuaraCianjur.id- Stadion Jerman menggemakan seruan untuk memboikot perhelatan Piala Dunia 2022. Seruan itu terjadi dalam pertandingan Bundesliga terakhir sebelum rehat Piala Dunia.
Spanduk raksasa yang terpasang dan dibentangkan dalam stadion oleh para pendukung dari Freiburg itu, menyerukan boikot terhadap pesta sepak bola akbar dunia yang akan digelar di Qatar.
"Boikot Qatar 2022," tulisan spanduk itu.
Selain itu, tulisan dari spanduk besar lainnya turut menyorot soal dugaan yang dianggap tidak adil dari tuan rumah Qatar.
“Itu salah dan masih salah,” kata Bernd Beyer, inisiator “Boikot Qatar 2022”, dikutip dari The Star, Selasa (15/11/2022).
Seorang pendukung Cologne dan Borussia Dortmund, Beyer, menekanka kalau aksiprotes itu dilakukan oleh kelompok pendukung secara organik. Mereka tidak dikoordinasikan oleh siapapun.
Mengutip dari iamexpat sebuah survei mengatakan, kalau mayoritas dari orang-orang Jerman turut mendukung aksi boikot Piala Dunia 2022.
Survei dilakukan dengan cara online, oleh sebuah majalah Jerman FOCUS and Civey Opinion Research Institute.
Hasil dari hal itu menghasilkan sebanyak 65 persen orang Jerman, turut memberikan dukungan aksi boikot pemutaran publik Piala Dunia 2022.
Baca Juga: Gara-gara Lakukan Ini Kelakuan Cristiano Ronaldo Dibilang Mirip Ketum PSSI Iwan Bule
Sekedar informasi, kalau Qatar kebanjiran soal pelanggaran hukum syariah terkait Piala Dunia 2022.
Karena penonton Piala Dunia yang akan datang ke Qatar berasal dari negara yang berbeda-beda dan dengan latar belakang yang berbeda pula. Termasuk dari Eropa, yang merupakan surga sepak bola.
![Kampanye Boikot Piala Dunia 2022 Qatar yang dilakukan oleh suporter klub dari Jerman [Foto: Suara.com / AFP]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/11/14/1-kampanye-boikot-piala-dunia-2022-qatar-afp.jpg)
Ada perbedaan kultur yang terjadi termasuk tradisi agama. Tak menutup kemungkinan hal itu akan turut meningkatkan pelanggaran hukum di negara Qatar.
Qatar adalah sebuah negara teluk modern, yang masih menerapkan hukum Islam.
Maka dari itu, turis yang datang untuk menyaksikan Piala Dunia akan berhadapan dengan larangan untuk mengkonsumi minuman keras secara sembarangan, hingga hal yang dilarang lainnya termasuk melakukan hubungan seks di luar nikah.
Qatar masih menerapkan hukuman mati, cambuk dan rajam bagi para pelanggar. Jutaan orang akan datang ke Qatar untuk menyaksikan Piala Dunia nanti. (*)
Sumber:Suara.com