Waspada! Tsunami 34 Meter Berpotensi Terjadi di Indonesia, Gempa Cianjur Jadi Pemicu?

Suara Cianjur

Selasa, 22 November 2022 | 10:29 WIB
Waspada! Tsunami 34 Meter Berpotensi Terjadi di Indonesia, Gempa Cianjur Jadi Pemicu?
Pixabay

SuaraCianjur.id - Gempa yang melanda Cianjur pada tanggal 21 November 2022 lalu membawa kepiluan bagi Indonesia.

Tidak hanya kepiluan, ternyata gempa Cianjur juga bisa menjadi awal dari rangkaian bencana alam besar seperti tsunami.

Sejumlah peneliti mengungkapkan bahwa ada potensi tsunami yang bisa setinggi 34 meter di Indonesia.

Ini berarti prediksi ketinggian tsunami yang dibuat melebihi tsunami di Aceh tahun 2004 lalu.

Seorang penulis utama dari BMGK ungkap bahwa potensi ini berkaitan dengan tingkat kegempaan yang tinggi di wilayah Jawa Barat dan Sumatra.

Potensi ini merupakan akibat dari pertemuan lempeng Indo-Australia dan juga subduksi di bawah lempeng Sunda.

Penelitian bukan hasil yang main-main karena merupakan penelitian dari banyak pihak

Penelitian tsunami besar ini bukanlah hal yang main-main [Foto : Suara.com]
Penelitian tsunami besar ini bukanlah hal yang main-main (sumber: Foto : Suara.com)

Penelitian ini sama sekali bukan merupakan hasil rekayasa belaka, ini benar-benar nyata.

Karena, penelitian ini merupakan hasil dari perkumpulan sejumlah ahli kegempaan dalam negeri, yaitu Dwikorita Karnawati, Tatok Yatimantoro, dari BMKG, dari BRIN, dan juga dari Universitas of Cambrige.

Tim peneliti ini memanfaatkan katalog data seismik yang bersumber dari BMKG.

baca juga

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa akan ada celah seismik besar di selatan Jawa Barat dan Sumatera bagian Tenggara.

Celah seismik ini berpotensi menjadi gempa yang besar sekali, magnitudenya 8,9 potensi tsunaminya adalah 34 meter.

Mengenal Megathrust, sumber gemba yang berpotensi besar

Mengenal Megathrust, sebagai sumber dari bencana besar [Foto: Suara.com]
Mengenal Megathrust, sebagai sumber dari bencana besar (sumber: Foto: Suara.com)

Megathrust adalah kondisi pecahnya batas lempeng yang terjadi di bidang kotak dua lempeng tektonik yang bertemu di zona subduksi.

Gerakan relatif lempeng ini yang tidak terbendung, tekanan terakumulasi di area 2 lempeng tersebut dan akhirnya saling mengunci sehingga di lepaskanlah melalui gempa megathrust.

Sehingga, ini ada kekuatan yang ditahan kemudian terlepas, sumber Megathrust biasanya ada di bawah laut.

Megathrust ini memiliki potensi menimpulkan tsunami karena ada pergerakan besar vertikal dasar laut menjadi gempat terjadi.

Negara Indonesia terletak pada bagian cincin api pasifik yang membuatnya rentan bencana terutama gempa dan tsunami.(*)

Sumber: MetroTVNews

Tonton video menarik lainnya tentang bencana alam di sini: Gempa Cianjur, Ambrukkan Pasar hingga Jalan Longsor

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Adik DJ Dinar Candy Jadi Korban Gempa Cianjur, Belum Juga Ditemukan: Adik Aku Hilang di Pesantren!

Adik DJ Dinar Candy Jadi Korban Gempa Cianjur, Belum Juga Ditemukan: Adik Aku Hilang di Pesantren!

Sumut | Selasa, 22 November 2022 | 10:10 WIB

Dengar Laporan Ridwan Kamil Soal Korban Tewas Gempa Cianjur 162 Orang, Wapres Ma'ruf: Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun

Dengar Laporan Ridwan Kamil Soal Korban Tewas Gempa Cianjur 162 Orang, Wapres Ma'ruf: Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun

News | Selasa, 22 November 2022 | 10:18 WIB

TNI AD Kerahkan 1.000 Prajurit Bantu Penanganan Pasca Gempa Cianjur

TNI AD Kerahkan 1.000 Prajurit Bantu Penanganan Pasca Gempa Cianjur

News | Selasa, 22 November 2022 | 10:04 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×