“Pas nyampe di lapangan banguna udah roboh semua asrama pada roboh, sekolah udah roboh. Pas lihat masjid itu plafornnya itu udah kebawah semua hancur,” jelas Cecep.
Ketika dirinya di lapangan Cecep melihat banyak orang yang terluka.
“Banyak yang sudah terluka banyak yang digendong. Semua pada nangis baca Asmaul Husna dan Sholawtan. Terus pas gempa susulan disuruh pergi ke kebun,”jelasnya.
![Rumah warga yang berada di Kecamatan Cugenang, Cianjur yang mengalmai rusak parah. [Foto: Tri Widiyantie]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/11/22/1-rumah-warga-yang-berada-di-kecamatan-cugenang-cianjur-yang-mengalmai-rusak-parah.jpeg)
Cecep pada saat itu berlari menyelamtkan diri meninggalkan segalanya termasuk ponsel.
Cecep mengatakan dirinya tidak kuat ketika mendengar teriakan dan melihat darah yang terluka dari teman-temannya.
“Iya nangis ke aku, as dilihat tuh tangannya udah sobek, ininya juga (bibir) berdarah. Kepikirannya karena roboh-roboh bikin syok gitu kan ada teriakan. Terus banyak darah juga. Jadi bikin trauma, ” ungkapnya.
Bahkan kata Dinar kalau adinya itu masih takut untuk kembali ke Pondok Pesantren, karena gempa.
“Takut balik ke pondok karena takutnya gempa lagi,” terang Cecep. (*)
Sumber: Youtube TRANS TV Official