SuaraCianjur.id- Hingga kini tim evakuasi masih melakukan pencarian kepada 14 orang yang dilaporkan hilang pasca gempa mengguncang Cianjur. Para korban masih dinyatakan hilang.
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menjelaskan kalau upaya terhadap para pencarian korban kini difokuskan ke tiga area.
"Karena dikhawatirkan masih ada yang luput dari laporan masyarakat, seperti yang terjadi dua hari lalu, tujuh, kita temukan sembilan. Jadi tim Basarnas masih menganggap penting untuk menggali lagi di lokasi itu," kata Abdul, dikutip dari Antara, Minggu (27/11/2022).
Abdul mengatakan, kalau saat ini tim fokus melakukan pencarian yang berada di area Warung Sate Shinta, lingkungan RT 3, dan Kampung Cicadas di Desa Cijedil yang ada di Kecamatan Cugenang.
Data yang tercatatterakhir terkait dengan gempa bumi sudah menimbulkan 318 orang meninggal dunia.
Pada hari Minggu(27/11/2022), satu jenazah yang hilang kembali ditemukan di Desa Cijedil.
Gempa juga menyebabkan sebanyka 7.729 orang terluka, rinciannya 595 orang luka berat dan 7.134 orang terluka ringan.
Semetara itu, 108 orang terluka berat akibat gempa Cianjur. Kini mereka masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
"Kita harapkan juga ini sudah tertangani semua, sudah dirujuk ke rumah sakit, nanti tinggal menunggu kesembuhan dan bisa rawat jalan," terang Abdul.
Baca Juga: Gaji Karyawan Geprek Bensu Katanya Belum Dibayar, Ramai-ramai Tagih ke Ruben dan Jordi Onsu
Pihaknya masih menunggu kapan para pasien yang mendapatkan perawatan medis bisa dilakukan rawat jalan. Sehingga jumlah korban yang ada dalam data bisa berkurang.
"Artinya proses ini pun sudah selesai, tinggal yang 108 ini kita tunggu kapan bisa rawat jalan, sehingga korban luka ini bisa berkurang-kurang, akhirnya selesai ditangani," kata dia. (*)
Sumber: Antara