Duduk Perkara Dugaan Suap Tambang Ilegal Makin Terang, Kata Kapolri Terkait Perburuan Ismail Bolong

Suara Cianjur

Jum'at, 02 Desember 2022 | 17:17 WIB
Duduk Perkara Dugaan Suap Tambang Ilegal Makin Terang, Kata Kapolri Terkait Perburuan Ismail Bolong
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan kalau perbuaran terhadap Ismail Bolong sudah ada progres. Bahkan kasus ini Polri mengklaim sudah mulai menemukan titik terang. (Foto: Suara.com / ANTARA FOTO - Fauzan/YU)

SuaraCianjur.id- Ismail Bolong terus diburu Polisi yang sekarang menjadi buronan terkait dengan pernyataannya soal dugaan pemberian upeti dalam jumlah besar yang dituduhkan kepada Kabareskrim Polri, Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dipastikan kalau pihaknya akan memburu terus Ismail Bolong, demi bisa meminta keterangan dari mulutnya, soal pengakuan dugaan kasus suap tambang ilegal batu bara di Kalimantan Timur.

"Bareskrim dari Dittipidter dan Polda Kaltim, saat ini sedang terus melakukan pencarian," ucap Listyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Jenderal Listyo juga mengatakan soal perkembangan atas perburuan terhadap Ismail Bolong.

"Kemarin sudah dilakukan pemeriksaan terhadap keluarga dan saya kira mungkin ada progres selanjutnya," ungkap Jenderal Listyo.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto, sebelumnya juga sudah mengatakan, kalau peran istri dan anak Ismail Bolong di kasus bisnis tambang ilegal batu bara Kalimantan Timur, terungkap dari hasil pemeriksaan ternyata anak Ismail Bolong adalah sebagai direktur.

Dari hasil pemeriksaan tersebut kata Pipit, semakin membuat terang terkait dengan perkara yang membuat heboh ini.

"Anaknya sebagai Dirut dan istrinya yang melakukan transaksi," ungkap Pipit kepada wartawan.

Kasus ini sudah naik tahapan dari penyelidikan ke penyidikan, karena ditemukan adanya unsur pidana dalam kasus ini.

baca juga
Ismail Bolong yang mengaku menyetor uang miliaran rupiah ke Kabareksrim Polri [Foto: Dok Suara.com / KlikKaltim.com]
Ismail Bolong yang mengaku menyetor uang miliaran rupiah ke Kabareksrim Polri (sumber: Foto: Dok Suara.com / KlikKaltim.com)

Ismail Bolong pada hari Selasa (29/11) lalu mangkir ketika dipanggil oleh tim penyidik. Melalui kuasa hukumnya Ismail Bolong sakit.

"Yang bersangkutan alasannya sakit," kata Pipit.

Di sisi lain, Pipit mengatakan kalau peran dari anak Ismail Bolong adalah seroang direktur dalam tambang ilegal ini.

"Anaknya sebagai Dirut katanya dalam perusahaan," ungkap Pipit. (*)

Sumber: Suara.com 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ferdy Sambo Berkoar Sebut Tambang Ilegal di Kalimantan Timur Libat Perwira Tinggi: Laporan Resmi Sudah Disampaikan

Ferdy Sambo Berkoar Sebut Tambang Ilegal di Kalimantan Timur Libat Perwira Tinggi: Laporan Resmi Sudah Disampaikan

Cianjur | Selasa, 29 November 2022 | 17:06 WIB

Kapolres Cianjur Trending di Twitter, Warga Net Minta Kapolri Copot Jabatanya

Kapolres Cianjur Trending di Twitter, Warga Net Minta Kapolri Copot Jabatanya

Cianjur | Minggu, 27 November 2022 | 12:48 WIB

Klarifikasi Soal Tambang Ilegal, Ferdy Sambo Terlihat Mempesona

Klarifikasi Soal Tambang Ilegal, Ferdy Sambo Terlihat Mempesona

Cianjur | Sabtu, 26 November 2022 | 12:59 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×