SuaraCianjur.id - Cerita menyedihkan kali ini bukan datang dari Indonesia, melainkan dari Inggris.
Diketahui ada seorang wanita bernama Burner yang mengalami kejadian salah diagnosis.
Awalnya, Burner berbulan-bulan merasa sulit bernafas hingga batuk berdahak.
Setelah dites, Burner dinyatakan negatif virus COVID 19, sebab saat itu masih dalam masa pandemi.
Namun, batuknya terus berlanjut hingga dirinya mengalami pembengkakan di sekitar leher dan kelenjar getah bening.
Dokter mengira bahwa Burner hanya mengalami batuk biasa, sehingga dirinya diberikan obat sirup untuk meredakan gejala batuknya.
Ternyata, setelah berbulan-bulan menderita, Burner didiagnosis menderita kanker paru-paru thermal atau stadium akhir.
Penjelasan tentang kanker paru-paru
![Burner menderita kanker paru-paru yang berawal dari batuk biasa [YouTube Kata Dokter]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/12/06/1-burner-kanker-paru-paru.jpg)
Menurut WHO, kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang paling mematikan di Indonesia.
Prof. dr. Aru W. Sudayo menjelaskan bahwa pertumbuhan sel-sel yang tidak beraturan menyebabkan benjolan di dalam tubuh.
Baca Juga: Kabar Soal Dokter Gempa Cianjur Ditolak Sebagai Relawan Karena Non Muslim, Dipastikan Hoaks
Sehingga, benjolan di dalam tubuh ini akan merusak dan bisa menyebar kemana-mana.
Beliau juga menambahkan bahwa kanker paru-paru masih menyebar luas di Indonesia, karena penduduknya masih belum bisa terlepas dari rokok.
"Kanker yang paling banyak ditemukan pada laki-laki, karena Indonesia adalah masyarakat yang tidak bisa berhenti merokok," ungkap dr. Aru.
dr. Aru juga menambahkan bahwa pemerintah belum terlihat serius dalam penanganan peredaran tembakau, karena dinilai masih berpajak tinggi.
"Tapi itu akibatnya dia menjadi kanker nomor 1," lanjutnya.
Gejala kanker paru-paru menurut dr. Aru
![Ilustrasi. Kanker paru-paru yang berawal dari merokok [Freepik]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/12/06/1-ilustrasi-kanker-paru-paru.jpg)
Tak hanya menjelaskan penyebab kanker paru-paru, dr. Aru juga mengungkapkan gejalanya.
Dimulai dengan batuk yang tak hilang-hilang dalam durasi panjang.
Masalahnya, dr. Aru mengatakan bahwa seorang perokok sudah pasti batuk-batuk.
Namun, jika batuk-batuknya tak kunjung sembuh, maka harus segera diperiksakan.
"Di Rontgen paru udah akan ketahuan gambaran bulet putih-putih gitu, musti dibiopsi" kata dr. Aru.
Jika setelah dibiopsi ketahuan itu adalah kanker, maka harus segera diobati.
"Tapi pada umumnya udah terlambat karena kanker paru itu kalau masih kecil nggak kerasa," kata dr. Aru.
Karena ketika benjolan masih sebesar kelereng, biasanya penderita masih belum merasakan dampak apapun pada dirinya.
Setelah benjolan semakin besar dan membuatnya batuk hingga berdarah, maka baru akan menemui dokter.
Disaat inilah kemungkinan besar dirinya sudah terlambat karena sudah tidak bisa dilakukan operasi.
Satu-satunya yang bisa dilakukan pada fase ini hanyalah dengan kemoterapi yang memiliki keberhasilan yang rendah.
"Karena kanker paru bisa menyebar ke tulang, ke hati, dan ke otak. Menyeramkan bukan?," pungkasnya.(*)
Sumber: Kata Dokter
Tonton video menarik lainnya tentang kesehatan paru-paru di sini: Benar Gak Sih Biopsi Bikin Kanker Semakin Menyebar?