SuaraCianjur.id- Pasca ledakan bom bunuh diri meluluh lantakan Polsek Astanaanyar pada hari Rabu (7/12/2022) kemarin, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar datang ke lokasi kejadian.
Boy Rafli Amar mengatakan ada alasan yang dimiliki oleh penyerang melakukan ledakan di kantor Polisi khususnya kantor Polsek Astanaanyar
Polisi kata Boy selalu menjadi ancaman bagi para terorisme. Sehingga hal itu menjadi alasan kuat kenapa jaringan teroris kerap menyerang kantor Polisi.
"Kenapa yang menjadi sasaran adalah kepolisian? Memang selama ini di kalangan kelompok pelaku terorisme, kepolisian lah yang selama ini dianggap terdepan menjadi ancaman bagi mereka," jelasnya, Kamis (8/10/2022).
Polisi bagi jaringan terorisme adalah target untuk melakukan balas dendam.Proses penegakan hukum yang dilakukan terhadap mereka adalah unsur kepolisian.
"Sehingga mereka selalu mengingat proses penegakan hukum yang dilakukan terhadap kelompok jaringan terorisme adalah unsur kepolisian, jadi secara psikologis di kalangan mereka ini menjadikan unsur kepolisian sebagai target untuk balas dendam mereka," bebernya.
Terkini dengan kejadian yang menimpa Polsek Astanaanyar, hingga menggugurkan satu anggota akibat terkena dampak ledakan bom, BNPT akan meningkatkan pemantauan terhadap jaringan terorisme.
"Langkah dalam rangka proses penyelidikan dan penyidikan terhadap mereka yang melakukan ini sedang terus dijalankan,” kata Boy.
“Lita masih ingin terus mencoba melihat kelompok lain yang memberikan perbantuan, kita terus menyelidiki ke arah itu dan beberapa kegiatan dari yang bersangkutan sekarang ini masih terus di profiling," lanjutnya.
Sebuah ledakan terjadi Mapolsek Astanaanyar pada hari abu (7/12) kemarin. Ledakan terjadi pada pukul 08.20WIB.
Dentuman keras membuat bangunan Polsek Astanaanyar berantakan. Pelaku meledakan diri di saat petugas kepolisian sedang melaksanakan apel pagi. Ketika itu disebutkan kalau pelaku sempat ingin mendekat kepada anggota yang sedang apel, namun hal itu dicegah oleh petugas lainnya yang berjaga.
Pelaku sempat mengacungkan senjata tajam, dan tak lama kemudian ledakan terjadi. Badan pelaku hancur berceceran di lokasi kejadian.
Tak hanya itu, sebbuah sepeda motor ditemukan yang diduga milik pelaku. Dalam motor tersebut ada tulisan protesd dan kritik terhadap KUHP sebagai hukum syirik.