SuaraCianjur.id- Putri Candrawathi dibikin mati kutu oleh Bharada E dalam persidangan kasus dugaan pembunuhan berencana Briagdir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Putri Candrawathi tak mengaku kalau dia tidak ikut menyaksikan obrolan dan skenario yang telah di susun oleh suaminya bernama Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo menjadi otak dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Bharada E mengatakan kalau Putri dan suaminya itu membicarakan skenario penembakan kepada Brigadir J ketika berada di rumah Saguling tepatnya di lantai tiga.
"Tadi ibu PC bilang tidak tahu pada saat saya mengobrol dengan FS di lantai 3, padahal kenyataanya PC ada saat FS, dan saya mengobrol dan menjelaskan soal skenario dan menyuruh saya menembak Yosua," ungkap Bharada E dikutip dari Suara.com melansir dari YouTube MerdekaDotCom, Rabu, (14/12/2022).
Bahkan Bharada E turut mengakui kalau Putri Candrawathi sekaligus istri Ferdy Sambo yang juga mantan Kadiv Propam Polri ini, turut melihat disaat dirinya memasukan peluru, ke dalam senjata.
Bahkan Bharada E menyebut Putri Candrawathi tak akan berani berbohong di depan pengadilan kalau seandainya ada CCTV.
"Makanya kalau seandainya CCTV lantai dua dan tiga rumah Saguling, serta jalan Bangka, semua akan lebih terang, ibu mungkin tidak akan berani berbohong di depan pengadilan begini. Lalu di Duren Tiga, ibu PC bilang menutup pintu padahal setelah kejadian, baik dari Romer , om Kuat mengatakan pintu itu terbuka setengah," skakmat Bharada E kepada Putri.
Bharada E adalah satu diantara para terdakwa dalam kasus penembakan terhadap Brigadir J. Insiden ini terjadi pada bulan Juli 2022 lalu. Brigadir J terkapar bersimbah darah hingga tewas, usai dihujam peluru.
Kejadiannya berada di rumah dinas Ferdy Sambo yang saat itu masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri. Lokasi di Kompleks Polri Duren Tiga menjadi saksi kalau Ferdy Sambo menjadi otak pembunuhan.
Dalam kasus ini Bharada E atau Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal atau RR sebagai ajudan Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf sebagai asisten keluarga, dan istrinya bernama Putri Candrawathi turut terlibat dalam hal ini.