"Jangan dilanjutkan mengingat bukan hanya safety dan securityserta lingkungan yang bermasalah, tetapi sejak dari perencanaan sampai dengan pembiayaan memang sudah buruk," terang Irwan.
Sementara itu, dijelaskan oleh Corporate Secretary PT KCIC, Rahadian Ratry mengatakan jika proses pembangunan yang ada di area kerja KCJB terkini masih tetap berjalan, meski ada kecelakaan yang sudah merenggut nyawa WNA Cina.
"Pembangunan stasiun dan pemasangan subsistem perkeretaapian di area KCJB tetap dilakukan sesuai prosedur dan jadwal yang telah ditetapkan. Termasuk pemasangan rel tanpa balas," ucap Rahadian.
Dari hasil sementara yang telah dilakukan soal jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut, ada dua orang yang meninggal dunia dan empat orang lain mengalami luka.
![Kereta kerja KCIC anjlok di Bandung Barat, Minggu (19/12/2022). [Foto: Instagram]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/12/19/1-kereta-kerja-kcic-anjlok-di-bandung-barat-minggu-19122022-sore-sekira-pukul-1700-wib.jpg)
Para korban yang luka dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dan Rumah Sakit Santosa.
"Saat ini dua korban luka-luka sudah mendapatkan perawatan di RS Santosa Bandung, dua orang korban luka ringan sudah diperbolehkan pulang," jelasnya.
PT KCIC mengatakan kalau pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terahadap SOP pemasangan rel. Termasuk Sop bagi pekerjaan dalam sektor lainnya.
“Memastikan segenap pekerjaan yang dilakukan kontraktor KCJB mengimplementasikan aspek Safety, Security, Health and Environment (SSHE) pada setiap aktivitas kerja,” ungkapnya. (*)
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Kereta Teknis Proyek Kereta Cepat Bandung-Jakarta Kecelakaan di Bandung Barat Bikin 2 WNA Tewas