SuaraCianjur.Id- Hidayah merupakan hal dimana seseorang mendapatkan pencerahan untuk hal yang lebih baik kedepannya. Hal ini telah terjadi oleh Ronald Wijaya, ketua umum dari Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI).
Melalui kanal youtube Rukun Indonesia, Ronald menjadi narasumber di program Hidayah Sang Mualaf. Dalam video tersebut, Ronald menceritakan bagaimana ia dari Agnostik menjadi seorang Mualaf.
Kisah inspiratif ini dimulai saat Ronald menganut agama Budha, kemudian bersekolah di sekolah Katolik, dan kuliah di kampus Kristen. Dalam perjalanan hidupnya, Ronald dan keluarga nya berpendapat kita jangan sampai berbuat jahat kepada orang lain.
Saat lulus kuliah, Ronald sudah pernah di baptis karena saat kuliah beliau suka di ajak ke gereja oleh teman-temannya. Namun, teman dari beliau mulai tidak ke gereja. Ronald saat itu merasa, kenapa yang lain malu agama dan ingin mencari tahu apa yang sebenarnya dicari.
Saat itu, beliau rutin ke gereja dan banyak ngobrol dengan pendeta hingga malam. Namun saat diskusi, Ronald merasa goyang karena merasa ada hal yang mengganjal. Yang menjadi sedikit ganjal adalah saat itu beliau di kasih Al-kitab yang masih baru, dan terlihat tiga stiker barcode.
Kemudian Ronald bertanya terkait barcode tersebut, dan Pendeta memberi jawaban bahwa stiker tersebut dipasang juga di yang lain. Agar ketika datang ke gereja itu bisa di absen, kalau tiga kali absen maka akan ada penyuluhan kembali.
Setelah itu, Ronald merasa goyang dan berteman banyak dengan teman yang muslim. Ternyata, tidak seperti yang media katakan. Bahkan, beliau beberapa kali di ajak untuk pengajian dan ketemu Ustadz.
Sampai beliau mendengar konsep sedekah, dalam pikiran nya sedekah itu lagi ada uang liat yang kasian terus kasih. Ustadz memberikan perumpamaan, ketika makan. Makan itu rezeki, ketika tidak ada yang dibuang itu akan menjadi penyakit.
Saat itu, Ronald merasa kena dan ketika itu beliau ketemu pengemis dan ada uang di kantong nya sebesar Rp.45.000 dikasih semua. Pada saat itu, beliau dalam keadaan bangkrut. Setelah sedekah tersebut, banyak klien yang dulu menghubungi Ronald.
Baca Juga: Peta Kekuatan Timnas Uzbekistan U-20, Calon Lawan Indonesia di Piala Asia U-20 2023
Hingga saat itu, menuju bulan Ramadhan. Dan saat Ramadhan, Ronald ikut berpuasa penuh selama 30 hari. Beliau menyadari, puasa tidak hanya menahan lapar tetapi juga menahan emosi dan lainnya.
Kemudian, Ronald semakin penasaran dan cukup kaget karena isi yang ada di Al-Quran. Seolah-olah Quran menjawab apa yang ada di dalam Al-Kitab yang pernah ia pelajari.
Beliau pun mencoba mencari jawaban selama ini yang dicari di Al-Quran kurang lebih tiga bulan dengan otodidak, hingga di tahun 2012 Ronald Wijaya memutuskan untuk mengucapkan syahadat dan menjadi Muslim.
Sumber:
Youtube Rukun Indonesia