SuaraCianjur.id - Banyak mungkin dari kita yang beranggapan bahwa, terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat tidak baik bagi kesehatan tubuh kita.
Ada yang mengatakan, kalau mengkonsumsi karbohidrat secara berlebih akan memicu peningkatan pada kadar gula dalam tubuh kita.
Memang tidak sepenuhnya salah, namun tidak sepenuhnya benar juga. Meskipun ketakutan akan peningkatan kadar gula darah yang dapat menimbulkan penyakit diabetes kerap membayangi.
Namun tahukah anda? Menurut dr. Zaidul Akbar karbohidrat itu juga diperlukan dalam tubuh manusia untuk membantu menjaga keseimbangan kandungan mineral dalam tubuh.
"Untuk kita mengembalikan mineral-mineral, atau katakanlah kandungan-kandungan atau keseimbangan dalam tubuh kita ini bermasalah. Dengan cara apa? Kembalikan ke sumber asli, kembalikan ke sumber alamnya, paham ya." kata dr. Zaidul Akbar, dikutip cianjur.suara.com melalui kanal YouTube miliknya, Selasa (31/1/2023).
"Contoh begini, kalau kita bicara tentang karbohidrat. Karbohidrat itu kan glukosa tuh, glukosa, fruktosa, maltosa, suklosa, macem-macemlah. Glukosa secara umum atau karbohidrat secara umumnya, perlu kita makan apa? Karbohidrat-karbohidrat yang belum diolah." jelas beliau.
Beliau memberikan beberapa contoh mengenai karbohidrat ini, seperti pemaikaian gula dan nasi untuk dikonsumnsi. Pada intinya karbohidrat olahan akan lebih beresiko mengandung kadar gula yang tinggi.
Contohnya seperti tebu dan gula pasir, meskipun dikatakan sama-sama dari tebu. Gula pasir telah mengalami pengolahan sehingga kandungan alami yang terdapat di dalamnya seperti vitamin dan mineral cenderung sedikit.
Sama halnya dengan nasi, nasi yang baik menurut dr. Zaidul Akbar adalah nasi yang berasal dari beras cokelat. Karena dalam beras cokelat masih terdapat kandungan serat yang tinggi.
Baca Juga: YouTuber Edho Zel Gandeng Merry Riana Tempa 70 UMKM Lokal Agar Bisa Bersaing di Dunia Digital
Beliau juga menyampaikan bahwa, bila kita tidak dapat meninggalkan beras putih. Kita dapat mencampurkan produk alami saat kita memasak beras tersebut seperti minyak VCO.
Sumber: youtube.com / dr. Zaidul Akbar Official