SuaraCianjur.Id- Valentine atau hari kasih sayang yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari menjadi hari yang sangat spesial bagi pasangan di seluruh dunia.
Namun sayangnya, di Indonesia, tanggal ini juga diperingati sebagai hari yang menyedihkan dan kelam karena terjadi sebuah peristiwa tragis yang dikenal dengan nama Tragedi PETA.
Tragedi ini menjadi salah satu bukti nyata dari perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaannya dari penjajah.
PETA (Pembela Tanah Air) adalah sebuah organisasi militer yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang di Indonesia sebagai bagian dari kebijakan "Asia Raya" Jepang.
Organisasi ini didirikan dengan tujuan untuk mengambil alih peran Tentara Hindia Belanda dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Indonesia.
Namun, setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada akhir Perang Dunia II, pemerintahan kolonial Belanda kembali menguasai Indonesia dan memulai operasi militer untuk menekan pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Pada tanggal 14 Februari 1946, sekitar 4.000 anggota PETA yang dikirim oleh Jepang untuk membantu perjuangan kemerdekaan Indonesia, terlibat dalam pemberontakan melawan pemerintah Belanda.
Pemberontakan ini terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Namun, pemerintah Belanda merespon pemberontakan tersebut dengan kekerasan yang sangat brutal.
Baca Juga: Pemilik Lahan Perkampungan Ilegal WNI di Malaysia Tetap Akan Dihukum
Ribuan anggota PETA, yang sebagian besar masih sangat muda, ditembak mati oleh tentara Belanda.
Para korban ini dituduh sebagai pengkhianat karena dianggap melawan pemerintah kolonial Belanda.
Tak hanya itu, banyak anggota PETA yang ditangkap, disiksa, dan dipenjara tanpa pengadilan.
Bahkan, beberapa dari mereka dijadikan tawanan perang dan dideportasi ke kamp-kamp di Belanda.
Tragedi PETA ini menjadi bukti kekejaman pemerintah kolonial Belanda dalam menekan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh tentara Belanda ini menimbulkan trauma yang sangat dalam bagi keluarga korban dan rakyat Indonesia pada umumnya.
Kejadian ini juga menjadi simbol keberanian dan semangat perjuangan para pejuang kemerdekaan Indonesia dalam melawan penjajahan.
Meskipun Tragedi PETA terjadi pada tanggal yang sama dengan hari Valentine, namun peringatan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia sangatlah berbeda.
Bagi masyarakat Indonesia, tanggal 14 Februari lebih dikenal sebagai Hari Peringatan Tragedi PETA yang menjadi pengingat akan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajah.
Sebagai bangsa yang merdeka, peristiwa ini menjadi bagian dari sejarah nasional yang harus diingat dan dihormati.