Penyidik Sempat Kena Kibul Sama Mario Dandy, Berdusta Bilang Ada Perkelahian Dulu Nyatanya...

Suara Cianjur

Jum'at, 03 Maret 2023 | 09:04 WIB
Penyidik Sempat Kena Kibul Sama Mario Dandy, Berdusta Bilang Ada Perkelahian Dulu Nyatanya...
Polisi menemukan bukti baru yang menyatakan kalau Mario Dandy memberikan keterangan bohong pada BAP pertama. Sementara itu Agnes sudah turut terlibat dalam kasus ini. (Foto: Twitter)

SuaraCianjur.id- Terdapat bukti baru yang didapatkan oleh Polisi ketika melakukan pendalaman terhadap kasus penganiayaan Mario Dandy terhadao David Ozora.

Anak salah satu dari pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan bernama Rafael Alun Trisambodo ini, ada bukti baru yang tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, bukti baru atas hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik itu disebutkan adanya pengakuan bohong dari Mario Dandy.

"Awal BAP pelaku mengaku perkelahian, kemudian bukti digital kami temukan bahwa dari bukti tersebut keterangan awal ada kebohongan," jelas Hengki saat konferensi persnya, di Jakarta, Kamis (2/3) kemarin.

Hengki mengatakan , butki baru berupa kebohongan Mario Dandy pada BAP berupa insiden yang diawali dengan perkelahian dengan David.

Lalu dalam BAP selanjutnya, Polisi mendpatkan bukti digital forensik soal adanya rencana penganiayaan yang berat, yang ditujukan kepada David.  

Dalam BAP yang baru itu turut disertakan dengan berdasarkan pada alat bukti, seperti CCTV di TKP, pesan dalam aplikasi WhatsApp, video dari ponsel dan CCTV. Polisi pun bisa melihat melihat peran dari masing-masing.  

"Kami melihat disini bukti digital bahwa ini ada rencana sejak awal," katanya.  

Kasus penganiayaan ini Polisi menjerat dua tersangka dengan Pasal 355 KUHP, kecuali Agnes.  

baca juga

Polisi sejauh ini sudah menetapkan tiga orang tersangka, yakni Mario Dandy Satrio sebagai pelaku utama, Shane Lukas sebagai perekam video dan seorang perempuan dengan status anak di bawah umur bernama Agnes (15).

"Pertama tersangka MDS, 355 KUHP subsider 354 Ayat 1 KUHP subsider 353 Ayat 2 KUHP subsider 351 Ayat 2 KUHP dan atau 76 C jo 88 UU perlindungan anak ancaman maksimal 12 tahun penjara," beber Hengki.

"Tersangka SL yaitu 355 Ayat 1 KUHP jo 56 KUHP subsider 354 Ayat 1 jo 56 KUHP subsider 353 Ayat 2 jo 56 KUHP subsider 351 ayat 2 jo 76 C UU perlindungan anak," lanjutnya.

Penerapan pasal penganiayaan berat terhadap tersangka usai mereka penyidik melakukan pendalaman berdasarkan pada alat bukti dan keterangan saksi.  

Sementara itu, Agnes dinyatakan turut disangkakan dengan pasal penganiayaan berat dengan direncanakan.

Hanya saja khusus bagi Agnes, pihak kepolisian lebih mengutamakan anak yang berkonflik dengan hukum, merujuk pasal tentang perlindungan anak, pasal 76 C jo pasal 80 UU perlindungan anak dan atau 355 Ayat 1 Jo 56 subsider 353 aAyat 1 KUHP subsider 351 Ayat 2 KUHP. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dengar Suara Kekecewaan Rakyat, Jokowi Minta Aparat yang Hedon Didisiplinkan

Dengar Suara Kekecewaan Rakyat, Jokowi Minta Aparat yang Hedon Didisiplinkan

Cianjur | Kamis, 02 Maret 2023 | 21:53 WIB

KPK Ajukan Perubahan Aturan LHKPN untuk Memberikan Sanksi Bagi Pejabat yang Tak Jujur

KPK Ajukan Perubahan Aturan LHKPN untuk Memberikan Sanksi Bagi Pejabat yang Tak Jujur

Cianjur | Kamis, 02 Maret 2023 | 21:38 WIB

Viral Gara-Gara Mario, Moge Mewah Harley-Davidson Ini Punya Harga yang Bikin Geleng Kepala

Viral Gara-Gara Mario, Moge Mewah Harley-Davidson Ini Punya Harga yang Bikin Geleng Kepala

Cianjur | Kamis, 02 Maret 2023 | 20:05 WIB

Terkini

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

Keracunan MBG Marak Lagi, Bisakah Pengelola dan Pejabat Dipidanakan?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:32 WIB

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik

Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:08 WIB

×