Suka Menjadi Penghibur Teman? Ternyata Itu Bahaya, Simak Penjelasannya

Suara Cianjur

Senin, 13 Maret 2023 | 16:46 WIB
Suka Menjadi Penghibur Teman? Ternyata Itu Bahaya, Simak Penjelasannya
Ilustrasi menghibur teman yang sedih ((Pexels.com/Liza Summer))

SuaraCianjur.Id- People pleaser atau penghibur orang lain adalah seseorang yang cenderung mengutamakan kebahagiaan orang lain di atas dirinya sendiri.

Mereka seringkali merasa tidak nyaman dengan mengekspresikan pendapat, menolak permintaan orang lain, atau menunjukkan ketidaksetujuan.

Sebaliknya, mereka lebih memilih untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan waktu dan energi mereka sendiri.

Meskipun niatnya baik, perilaku ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional orang tersebut. Menurut para ahli, menjadi penghibur orang lain dapat menyebabkan perasaan tidak berharga, kecemasan, dan kelelahan yang berlebihan.

Dikutip dari berbagai sumber, Dr. Susan Newman, seorang psikolog klinis dan penulis buku "The Book of No", mengatakan, "Orang-orang yang cenderung menjadi penghibur orang lain seringkali merasa tidak berharga atau takut tidak dicintai jika mereka tidak memenuhi keinginan orang lain."

Dia juga menambahkan bahwa perilaku ini dapat menyebabkan kelelahan emosional dan fisik yang berlebihan karena mereka terlalu sibuk memenuhi keinginan orang lain.

Dr. Gail Saltz, seorang psikiater dan penulis buku "The Power of Different", juga menekankan bahwa menjadi penghibur orang lain dapat menjadi tanda bahwa seseorang tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk mengekspresikan keinginan dan pendapat mereka sendiri.

"Jika seseorang merasa tidak nyaman untuk mengatakan tidak atau menunjukkan ketidaksetujuan, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka merasa tidak berdaya atau tidak berkuasa," kata Saltz.

Namun, menjadi penghibur orang lain bukan berarti harus sepenuhnya dihindari. Sebagai manusia sosial, kita seringkali harus mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan orang lain.

baca juga

Namun, penting untuk menemukan keseimbangan antara memenuhi kebutuhan orang lain dan menjaga kesehatan dan kebahagiaan diri sendiri.

Dalam kata-kata Dr. Newman, "Penting untuk membangun batasan yang sehat dan menghormati kebutuhan dan keinginan Anda sendiri, sambil tetap mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan orang lain."

Jadi, menjadi penghibur orang lain bisa jadi perilaku yang baik, tetapi jika dilakukan secara berlebihan dan tanpa batas, bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan emosional. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan dan mempertimbangkan kebutuhan diri sendiri juga. (*)

(*/Haekal)

Sumber: Berbagai sumber, termasuk Instagram Alma Ahyaita P. T

Tangkapan layar tentan People Pleaser [Instagram Alma Ahyaita P. T]
Tangkapan layar tentan People Pleaser (sumber: Instagram Alma Ahyaita P. T)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenali Apa Itu Trauma Hingga Pengobatannya

Kenali Apa Itu Trauma Hingga Pengobatannya

Cianjur | Senin, 13 Maret 2023 | 16:35 WIB

Miris! Remaja di Indonesia Darurat Kesehatan Mental, Ini Data Terbaru

Miris! Remaja di Indonesia Darurat Kesehatan Mental, Ini Data Terbaru

Cianjur | Minggu, 12 Maret 2023 | 18:22 WIB

Penyebab dan Gejala ADD, Diagnosa untuk Pangeran Harry dari Terapis Canada

Penyebab dan Gejala ADD, Diagnosa untuk Pangeran Harry dari Terapis Canada

Your Say | Minggu, 12 Maret 2023 | 11:45 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

×