cianjur

Sugar Baby di Indonesia, Sebuah Alternatif untuk Mencapai Kebutuhan Finansial?

Suara Cianjur Suara.Com
Selasa, 14 Maret 2023 | 14:28 WIB
Sugar Baby di Indonesia, Sebuah Alternatif untuk Mencapai Kebutuhan Finansial?
Ilustrasi Pasangan Kencan ((Pixabay/Suprising_Shots))

SuaraCianjur.Id- Di Indonesia, kecenderungan untuk mencari teman kencan yang lebih tua dan kaya secara finansial sebagai sumber penghasilan semakin meningkat.

Jakarta menjadi kota yang paling aktif dalam jenis kencan semacam ini, dengan 10.200 pengguna yang berstatus sugar babies, sedangkan ada 4.221 pria yang lebih mapan (yang diasumsikan sebagai om-om) dalam aplikasi tersebut. 

Bandung berada di urutan kedua dengan 1.417 sugar babies, diikuti oleh Surabaya di posisi ketiga dengan 1.069 sugar babies, dan di posisi keempat ada Medan dengan 482 sugar babies. Di urutan kelima, terdapat Tangerang.

Hanya Jakarta yang memiliki lebih dari seribu sugar daddies, sedangkan jumlah sugar daddies di kota-kota lain hanya berkisar ratusan. 

Namun, sayangnya informasi ini belum mencakup jumlah sugar mommas, yaitu wanita yang memberikan dukungan finansial kepada kekasih pria muda mereka di Indonesia.

Meningkatnya trend kencan sugar baby di Indonesia selalu dipicu oleh ketimpangan ekonomi yang ada di setiap negara, termasuk di Indonesia. 

Untuk mencapai taraf hidup yang diimpikan, generasi muda sekarang mencari cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. 

Kencan dengan sugar daddies/mommas dipandang lebih menjanjikan daripada mencari pinjaman yang berpotensi merugikan kondisi keuangan di masa depan.

Dalam lima tahun terakhir, aktivitas sugar baby di Indonesia semakin menjadi-jadi. Bahkan pada tahun 2018, kata kunci "SugarDaddy" sempat menjadi topik tren di Twitter Indonesia. 

Baca Juga: Alshad Ahmad Spill Biaya Makan Hewan Peliharaan, Tembus Rp65Juta Sebulan!

Jenis kencan semacam ini dianggap kontroversial karena melibatkan lelaki atau perempuan yang sudah mapan dan memiliki keluarga, menjalin hubungan rahasia dengan pasangan yang lebih muda. 

Selain itu, sugar baby juga dianggap sebagai kedok untuk prostitusi, meskipun tidak selalu melibatkan uang. Hal ini menimbulkan kontroversi dan mengabaikan nilai-nilai moral seperti kesetiaan dalam pernikahan.

Salah satu motivasi utama bagi sugar babies Indonesia dalam mencari pasangan yang lebih tua adalah untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan. 

Hal ini dikarenakan hanya 12 persen dari generasi muda Indonesia yang berusia 25 hingga awal 30-an yang memiliki gelar sarjana. 

Bahkan, mayoritas penduduk muda di kota-kota besar Indonesia, yaitu 56 persen, belum bisa menempuh pendidikan S1 karena keterbatasan biaya.

Dalam konteks sugar babies, perempuan masih menjadi kelompok yang lebih dominan karena perempuan memiliki pendapatan yang lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki di dunia kerja. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI