SUARA CIANJUR- Banyak orang yang mengeluh akibat diet yang tidak menurunkan berat badan, saat Bulan Ramadan.
Mereka berpikiran ketika berpuasa akan otomatis menurunkan berat badan, tetapi menurut Yulia Baltschun tidak benar.
“Tahu tidak sih kalo puasa atau intermittent fasting itu tidak otomatis langsung turut berat badan,” jelas Yulia Baltschun.
Yulia Baltschun mengatakan bahwa, ada Nutrition Piramid by Eric Helm yang harus diperhatikan saat kita melakukan diet. Pada piramida tersebut, yang harus diingat bahwa semakin atas semakin tidak terlalu prioritas.
“Apapun goalsnya, mau itu fat loss atau muscle gains, artinya semakin piramida kebawah semakin prioritas. Semakin keatas artinya semakin tidak terlalu prioritas,” kata Yulia Baltschun.
Maka dari itu, ketika menurunkan berat badan hanya dengan mengandalkan pengaturan jam makan puasa, atau sejenis intermittent fasting saja tidak akan berhasil menurunkan berat badan.
“Cuma mengandalkan pengaturan jam tanpa memperdulikan jumlah kalori, jumlah makro-mikrogizi yang masuk ke dalam tubuh. Penurunan berat badan sulit tercapai, malah bisa jadi tidak tercapat sama sekali, justru bisa banget jadi naik meskipun udah puasa,” terang Yulia.
Yulia pun menjelaskan dua penelitian, yang menunjukkan kelompok orang dengan berdiet mengatur kalori plus jam makan, dengan kelompok orang yang hanya mengatur kalori saja.
Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa, penyusutan otot dan penyusutan lemaknya tidak ada perbedaan.
Baca Juga: Pakai Baju Warna Ungu, Arya Saloka Pergi Umroh Tanpa Didampingi Putri Anne
“Kalo kelompok orang yang kalori defisit aja dan tidak ditambah puasa, ini body mass dan body fat ikut turun. Tapi kelompok orang yang puasa aja tanpa pengaturan kalori, body mass dan body fat tidak turun signifikan,” tutup Yulia Baltschun. (*)
Sumber: TikTok Yulia Baltschun
(*/Haekal)
