SUARA CIANJUR - Lebaran adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Pada saat itu, berbagai hidangan khas Lebaran menjadi menu wajib yang disajikan di meja makan.
Namun, tidak sedikit dari hidangan tersebut yang menggunakan santan sebagai bahan utama. Padahal, konsumsi makanan bersantan yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai bahaya bagi kesehatan.
Menurut buku "Gizi Seimbang dalam Kehidupan Sehat" karya Ratna Djamil, konsumsi santan yang berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit arteri perifer.
Hal ini juga dibenarkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Kemenkes RI, yang menunjukkan bahwa konsumsi santan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Selain itu, banyak mengonsumsi makanan bersantan juga dapat meningkatkan risiko obesitas. Hal ini karena santan mengandung lemak jenuh yang tinggi dan kalori yang cukup tinggi pula.
Selain itu, konsumsi makanan bersantan yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti diare dan sembelit. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan lemak yang tinggi pada santan yang sulit dicerna oleh tubuh.
Jurnal "Kesehatan Masyarakat" tahun 2017 juga menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang mengandung santan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah pencernaan.
Dalam mengonsumsi makanan pada saat Lebaran, kita harus tetap memperhatikan keseimbangan gizi dan jumlah santan yang dikonsumsi.
Sebaiknya, pilihlah makanan yang rendah kandungan santan, atau jika ingin mengonsumsi makanan yang mengandung santan, konsumsilah dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan.
Baca Juga: Kapal Karam Dihantam Siklon Ilsa, 11 Nelayan Indonesia Terdampar Di Pulau Terpencil Australia
Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah risiko terjadinya berbagai penyakit. (*)
(*/Haekal)