SUARA CIANJUR – Sepak bola Jerman dinilai semakin anti terhadap islam. Terbaru, pemain FC Bayern Munchen, Sadio Mane merasa menjadi korban. Pemain asal Senegal ini, merasa bahwa dirinya tidak perlakukan tidak baik.
“Orang-orang Jerman memperlakukan saya dengan buruk karena saya Muslim, apakah ini yang mereka sebut peradaban?,” ujar Sadio Mane, dikutip dari laman Instagram @rumahnya.sepakbola, Sabtu (22/4/2023).
Polemik antara sepak bola Jerman dengan islam memang selalu menjadi perhatian. Sebelum Sadio Mane, mantan pemain Arsenal pernah merasa diperlakukan tidak adil saat dirinya membela timnas Jerman.
“Di mata Grindel (Presiden DFB) dan pendukungnya, saya orang Jerman ketika kami menang, tetapi saya seorang imigran ketika kami kalah,” ujar Mesut Ozil, dikutip dari laman dw.com, Sabtu (22/4/2023).
Selain itu, Ozil juga merasa sering diperlakukan berbeda oleh sepak bola Jerman.
“"Meskipun membayar pajak di Jerman, menyumbangkan fasilitas ke sekolah Jerman dan memenangkan Piala Dunia bersama timnas Jerman pada 2014, saya masih belum diterima di masyarakat. Saya diperlakukan ‘berbeda’,” lanjut Mesut Ozil.
Selain masalah Sadio Mane dan Mesut Ozil, sepak bola Jerman juga sempat heboh publik saat Piala Dunia 2022 di Qatar.
Timnas Jerman dinilai tidak menghargai budaya dan keyakinan Qatar yang mayoritas islam dengan mengkampanyekan one love, yaitu dukungan terhadap kaum LGBTQ. (*)
Baca Juga: Sempat Ditawari Berpolitik Jelang 2024, Ayu Ting Ting: Jangan Bikin Repot Hidup Saya!