SUARA CIANJUR - Habiburokhman, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, memberikan tanggapan terhadap sinyal dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang menunjukkan dukungan terhadap pencalonan Prabowo Subianto.
Dia menyatakan bahwa proses penjajakan masih berlangsung antara partai-partai yang terlibat dalam rencana pembentukan koalisi besar.
"Saat ini semua proses penjajakan terus dilakukan. Kami saling berkomunikasi dan berkoordinasi satu sama lain, baik di level top leader maupun di level dua dan tiga hubungan baik terus terjaga," ucap Habiburokhman.
Habiburokhman memprediksi bahwa tidak lama lagi, pembicaraan mengenai koalisi besar akan mencapai tahap akhir atau final.
"Tapi secara garis besar kami sudah disatukan dengan narasi ingin melanjutkan legacy pemerintahan Jokowi dan menunjukkan kekompakan," paparnya.
Sebelumnya, Lamhot Sinaga yang menjabat sebagai Ketua DPP Partai Golkar menyatakan bahwa dukungan dari PPP terhadap Ganjar Prabowo merupakan hal yang lazim.
Namun, ia menekankan tentang etika deklarasi calon presiden yang dilakukan oleh PPP. Hal ini dikarenakan saat ini PPP adalah salah satu partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama dengan Golkar dan PAN.
"Kita melihat dari masalah etis saja, kok mereka mendeklarasikan capres tanpa bersama-sama dengan KIB," ujar Lamhot.
Namun, Golkar tidak mempermasalahkan sikap PPP terkait calon presiden karena itu merupakan hak masing-masing partai untuk menentukan pilihannya.
Lamhot mengatakan bahwa Golkar tetap konsisten dalam mendukung Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.
Dia menegaskan bahwa Golkar masih memiliki banyak opsi untuk mengusung Airlangga dalam pilpres mendatang, termasuk dengan berkoalisi bersama Partai Gerindra.
"Komunikasi politik dengan parpol lain terus dilakukan dan juga masih banyak teman parpol lain yang masih ingin berkoalisi dengan Golkar yang mempunyai visi dan platform perjuangan yang sama untuk membangun bangsa dan negara ini," tegas Lamhot.
Menurut Lamhot, Golkar saat ini sedang memusatkan perhatian untuk membentuk koalisi besar yang merupakan koalisi tengah.
Golkar berharap bahwa opsi koalisi tengah ini dapat menghindari polarisasi antara koalisi kanan dan kiri.
Saat ini, proses penjajakan pembentukan koalisi besar masih terus berlangsung. Rencananya, dalam waktu dekat akan segera diumumkan siapa calon presiden yang akan didukung oleh koalisi tersebut.
"Komunikasi dengan parpol lain masih terus berjalan, dan kemungkinan besar dalam waktu dekat koalisi besar akan mengumumkan pasangan calon yang akan diusung pada pilpres 2024," tutur Lamhot.
Sebelumnya, PPP telah menetapkan Ganjar sebagai kandidat presiden yang akan didukung. Saat ini, nama Ganjar akan diajukan kepada Koalisi Indonesia Bersatu.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Fikri Yasin, menyatakan bahwa hal itu tidak menjadi masalah. Ia melihat positif jika PPP sudah menetapkan Ganjar sebagai calon presiden yang akan didukung.
"Ya bagus artinya mereka sudah final dengan siapa capresnya," sebut Fikri.
Sementara itu, mengenai Ganjar, Fikri mengakui bahwa Gubernur Jawa Tengah tersebut sebelumnya sempat menjadi salah satu kandidat presiden potensial yang akan didukung oleh PAN.
Namun saat ini, PAN cenderung memilih Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto, sebagai calon presiden yang akan didukung.
"Soal kaitan dengan kita, memang potensi capres kita awalnya Ganjar Pranowo tapi saat ini Prabowo juga masuk dalam kajian kita," papar Fikri.
Meskipun begitu, saat ini PAN belum secara resmi menetapkan siapa kandidat presiden yang akan didukung. Namun yang pasti, nama calon tersebut tidak jauh berbeda dari yang sudah beredar.
Terkait dengan nama Prabowo yang kini menggantikan Ganjar sebagai kandidat presiden potensial, hal tersebut sebenarnya berasal dari internal Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) itu sendiri dan tidak berasal dari PAN.
"Yaa di akhir-akhir ini nama Prabowo juga menguat di internal KIB," ucap Fikri.
Fikri mengakui bahwa di luar PPP yang memilih Ganjar, Partai Golkar juga mempertimbangkan Prabowo sebagai kandidat presiden.
"Ya begitulah kondisi saat ini," imbuhnya. (*)
(*/Haekal)