Belajar Menikmati Proses dan Perubahan dalam Hidup agar Tidak Terjebak Arrival Fallacy

Suara Cianjur | Suara.com

Senin, 01 Mei 2023 | 14:43 WIB
Belajar Menikmati Proses dan Perubahan dalam Hidup agar Tidak Terjebak Arrival Fallacy
Ilustrasi sibuk kerja, ternyata terlalu sibuk bekerja berpengaruh pada kesehatan mental ((freepik.com/cookie-studio))

SUARA CIANJUR - Ketika kita bermimpi atau menetapkan tujuan, seringkali kita membayangkan perasaan bahagia dan puas ketik kita akhirnya mencapai tujuan tersebut. 

Namun, dalam realitasnya, setelah mencapai tujuan tersebut, kita mungkin merasa kosong dan kehilangan arah hidup. 

Fenomena ini disebut arrival fallacy, yaitu kecenderungan untuk mengira bahwa mencapai tujuan tertentu akan membawa kebahagiaan dan kepuasan yang abadi.

Menurut psikolog Dan Gilbert, dalam presentasinya di TED Talk, "The Surprising Science of Happiness", fenomena arrival fallacy disebabkan oleh dua faktor utama.

Pertama, kita cenderung mengabaikan perubahan yang terjadi di dalam diri kita sendiri dan kedua, kita cenderung meremehkan kemampuan kita untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut.

"Kita cenderung mengira bahwa setelah mencapai tujuan tertentu, kita akan merasa bahagia dan puas selamanya. Namun, dalam kenyataannya, kita seringkali menyesali atau merasa kosong setelah mencapai tujuan tersebut," ujar Gilbert.

Fenomena arrival fallacy juga banyak ditemukan di media sosial, seperti YouTube dan TikTok.  Banyak konten kreator yang menampilkan hidup glamor dan kesuksesan yang mereka capai. 

Namun, banyak pengguna media sosial yang tidak menyadari bahwa mereka hanya melihat sisi glamor dan tidak melihat bagaimana proses menuju ke sana.

Banyak pengguna media sosial yang mengira bahwa mencapai kesuksesan yang sama dengan konten kreator akan membuat mereka merasa bahagia dan puas. 

Namun, tanpa mengerti proses dan tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai kesuksesan tersebut, mereka mungkin akan kecewa atau merasa kosong setelah mencapai tujuan tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk menghargai proses dan perubahan yang terjadi dalam diri kita saat mencapai tujuan.  Kita juga perlu belajar untuk menyesuaikan diri dan mengambil hikmah dari setiap perubahan yang terjadi dalam hidup kita. 

Sebagai gantinya, kita harus menikmati proses dan menemukan kebahagiaan dalam perjalanan menuju tujuan kita. Dalam sebuah meme yang beredar di media sosial, terdapat kutipan yang menggambarkan fenomena arrival fallacy, "Kita seringkali mengira bahwa rumput di tetangga selalu lebih hijau. Padahal, mungkin rumput kita sendiri hanya perlu disiram dan dirawat dengan baik."

Dengan memahami fenomena arrival fallacy, kita bisa belajar untuk tidak terjebak dalam pikiran bahwa pencapaian tujuan adalah segalanya. 

Sebaliknya, kita harus memahami bahwa perubahan dan proses adalah bagian dari hidup yang harus dihargai dan dinikmati. (*)

Sumber: Tiktok, Instagram, dan Youtube

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selain Media Sosial, 7 Media Ini Ampuh Membangun Personal Branding, Cobain!

Selain Media Sosial, 7 Media Ini Ampuh Membangun Personal Branding, Cobain!

Your Say | Senin, 01 Mei 2023 | 07:23 WIB

Rizal Armada Tak Terima Lagu 'Asal Kau Bahagia' Dinyanyikan Emosi, Singgung Asila Maisa?

Rizal Armada Tak Terima Lagu 'Asal Kau Bahagia' Dinyanyikan Emosi, Singgung Asila Maisa?

Your Say | Sabtu, 29 April 2023 | 18:21 WIB

Kecanduan Main Gadget? Simak 6 Tips Mengatasinya

Kecanduan Main Gadget? Simak 6 Tips Mengatasinya

Your Say | Jum'at, 28 April 2023 | 21:18 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Foundation Lokal Terbaik, Kualitas Setara Brand High-End

5 Rekomendasi Foundation Lokal Terbaik, Kualitas Setara Brand High-End

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 10:51 WIB

Viral Mahasiswi Papua Meninggal di Depan Rumah Sakit, Diduga Ditolak 3 Kali karena Masalah BPJS

Viral Mahasiswi Papua Meninggal di Depan Rumah Sakit, Diduga Ditolak 3 Kali karena Masalah BPJS

Entertainment | Kamis, 16 April 2026 | 10:48 WIB

7 Bedak Wardah yang Tahan Lama untuk Kondangan, Mulai Rp30 Ribu

7 Bedak Wardah yang Tahan Lama untuk Kondangan, Mulai Rp30 Ribu

Lifestyle | Kamis, 16 April 2026 | 10:45 WIB

7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules

7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:45 WIB

Salatiga dan Seni Merawat Perbedaan di Tengah Dunia yang Bising

Salatiga dan Seni Merawat Perbedaan di Tengah Dunia yang Bising

Your Say | Kamis, 16 April 2026 | 10:45 WIB

Terdakwa Kasus Peredaran 50 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

Terdakwa Kasus Peredaran 50 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati

Sumbar | Kamis, 16 April 2026 | 10:40 WIB

Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan

Polemik Paspoortgate, NAC Breda Tak Terima dan Resmi Bawa Kasus Dean James ke Pengadilan

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 10:39 WIB

Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

Deadline Seminggu, Kasatgas Tito Minta Pemda Percepat Pendataan Huntap Beserta Klasifikasinya

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:37 WIB

Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman

Batalyon Netzah Yehuda, Tentara Religus Israel yang Bawa Taurat saat Melakukan Kekejaman

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:36 WIB

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

Padahal Dijaga Ketat, Kapal Tanker Berhasil Tembus Blokade Ketat Militer AS di Selat Hormuz

News | Kamis, 16 April 2026 | 10:35 WIB