SUARA CIANJUR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah membentuk sebuah tim gabungan.
Tim gabungan tersebut terdiri dari Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian.
Hal ini dilakukan sebagai tanggapan terhadap viralnya dugaan salam Yahudi di Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu.
Pondok pesantren tersebut menjadi perhatian di media sosial setelah diduga menyanyikan salam yang mirip dengan salam Yahudi.
Sebelumnya, Pondok Pesantren Al Zaytun juga viral karena tata letak shaf dalam shalat id yang mencampur antara laki-laki dan perempuan.
Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, mengungkapkan bahwa MUI merespons kasus ini dengan membentuk tim gabungan antara Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian.
Tim gabungan tersebut akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait Pondok Pesantren Al Zaytun dan juga melibatkan laporan-laporan tentang aliran yang serupa.
Respon ini juga didasarkan atas masukan yang diterima dari Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin. (*)
(*/Haekal)
Baca Juga: Momen Ibu Inge Anugerah Nangis Saksikan Sidang Cerai Anaknya dan Ari Wibowo, Netizen Ikut Terenyuh