Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi

Bella

Jum'at, 06 Februari 2026 | 21:24 WIB
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso. [Tangkapan layar YouTube]
baca 10 detik
  • Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, menolak reposisi Polri di bawah kementerian karena dianggap mendegradasi institusi penegak hukum.
  • Sugeng mengkritik adanya "Silent Blue Code" yang menyebabkan impunitas merangkak terhadap pelanggaran anggota Polri.
  • IPW mengusulkan penguatan Kompolnas dengan kewenangan penyelidikan mandiri untuk memutus praktik pelanggaran internal Polri.

Suara.com - Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, secara tegas menolak wacana reposisi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian. Ia menilai, menempatkan Polri di bawah kementerian hanya akan mendegradasi institusi penegak hukum tersebut menjadi sekadar “pembantu” politisi.

Pernyataan ini disampaikan Sugeng dalam acara Konsolidasi Pikiran bertajuk “Mengawal Marwah Demokrasi: Polri di Bawah Presiden sebagai Amanah Reformasi” yang diselenggarakan oleh Komrad Pancasila di Riase Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

Sugeng menjelaskan bahwa berdasarkan Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002, Polri merupakan alat negara yang berada di bawah Presiden. Menurutnya, independensi Polri sangat krusial dalam penegakan hukum agar tidak dapat diintervensi oleh kekuatan politik mana pun.

“Dia alat negara. Sebagai alat negara, yang bisa menggerakkan polisi hanya kepala negara. Sebagai alat negara, dia tidak boleh didegradasi jadi pembantu. Kalau di kementerian, dia akan jadi pembantu, ya. Ingat nih,” ujar Sugeng di hadapan peserta diskusi, Jumat (6/2/2026).

Sentil Silent Blue Code dan Impunitas Merangkak

Dalam kesempatan tersebut, Sugeng juga mengkritik keras budaya internal Polri yang dinilai masih menutup-nutupi kesalahan anggotanya. Ia memperkenalkan istilah Silent Blue Code sebagai praktik perlindungan institusi terhadap personel yang melakukan pelanggaran hukum, terutama di level perwira.

“Silent Blue Code itu praktik institusi yang memberikan perlindungan kepada pelaku-pelaku pelanggaran disiplin, kode etik, dan juga pelanggaran pidana, khususnya perwira-perwira menengah dan perwira tinggi lulusan Akpol,” ungkap Sugeng.

Praktik tersebut, lanjut Sugeng, melahirkan fenomena yang ia sebut sebagai “impunitas merangkak”, yakni kondisi ketika sanksi hukum terhadap pelanggar perlahan menghilang dan tidak pernah tuntas.

Untuk memutus rantai tersebut, Sugeng mendorong penguatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melalui Undang-Undang agar memiliki kewenangan penyelidikan mandiri, layaknya Komnas HAM.

Dengan kewenangan itu, Kompolnas diharapkan mampu mengusut dugaan tindak pidana yang melibatkan anggota Polri, termasuk praktik korupsi.

baca juga

Usul Reformasi Pengawasan: Kuatkan Kompolnas dan Wassidik

Guna membenahi kinerja Polri yang kerap dikeluhkan masyarakat, IPW mengusulkan reformasi pengawasan di tiga sektor utama:

1. Penguatan Kompolnas

Sugeng mendesak agar Kompolnas diperkuat melalui Undang-Undang, bukan hanya Peraturan Presiden, serta diberikan kewenangan penyelidikan layaknya Komnas HAM.

2. Fungsi Ad Hoc di Propam

IPW meminta Komisi Kode Etik melibatkan unsur masyarakat dalam setiap proses pemeriksaan anggota yang melanggar, mulai dari pemantauan, pemeriksaan, hingga penjatuhan sanksi.

3. Reformasi Wassidik

Sugeng mengusulkan agar Biro Pengawasan Penyidikan (Wassidik) dikeluarkan dari struktur Bareskrim dan dinaikkan statusnya menjadi institusi pembantu Kapolri yang dipimpin perwira tinggi berpangkat jenderal bintang dua, setara dengan Kortas Tipikor (Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi).

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Aksi Heroik Polisi Baru Sembuh Stroke Selamatkan Pria Lansia dari Gigitan Pitbull

Viral Aksi Heroik Polisi Baru Sembuh Stroke Selamatkan Pria Lansia dari Gigitan Pitbull

Entertainment | Jum'at, 06 Februari 2026 | 21:00 WIB

Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Pablo Benua: Rawan Politisasi Anggaran

Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Pablo Benua: Rawan Politisasi Anggaran

Entertainment | Jum'at, 06 Februari 2026 | 17:14 WIB

Kasus Sama Berulang, Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka karena Dianggap Aniaya Pelaku

Kasus Sama Berulang, Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka karena Dianggap Aniaya Pelaku

Entertainment | Kamis, 05 Februari 2026 | 15:03 WIB

Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate

Dikendalikan Napi Cipinang, Bareskrim Tangkap Aloy Terkait Peredaran Vape Etomidate

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:51 WIB

Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?

Di Balik Polemik: Mengapa Reformasi Polri di Bawah Presiden Dipilih Komisi III DPR?

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 11:37 WIB

Mahfud MD Soroti Kekerasan Aparat: Reformasi Polri Diserukan, Brutalitas Masih Terjadi

Mahfud MD Soroti Kekerasan Aparat: Reformasi Polri Diserukan, Brutalitas Masih Terjadi

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:59 WIB

Mahfud MD Beberkan 4 Isu Krusial Komisi Reformasi Polri: Posisi Kapolri hingga Penguatan Kompolnas

Mahfud MD Beberkan 4 Isu Krusial Komisi Reformasi Polri: Posisi Kapolri hingga Penguatan Kompolnas

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:52 WIB

Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personil

Prabowo Bakal Tambah Polisi Hutan Jadi 70.000 Personil

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 13:02 WIB

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 19:45 WIB

Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!

Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×