SUARA CIANJUR - Sholat adalah ibadah yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tulus, namun melakukan sholat dalam jumlah yang berlebihan dan tidak lazim bisa menyesatkan umat Muslim yang kurang berpengetahuan tentang ajaran agama.
Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kafiyah telah menjadi sorotan utama dan perbincangan publik dalam beberapa waktu terakhir.
Masih belum jelas apakah ini sebuah skenario atau bukan, karena pihak Ponpes sendiri belum memberikan klarifikasi apapun meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengecam tindakan yang terjadi di Ponpes Al Kafiyah.
Namun, ada fakta mengejutkan yang diungkapkan oleh salah satu santri Ponpes Al Kafiyah, yang mengaku melakukan sholat isya sebanyak 100 rakaat sebagai stok selama satu minggu.
Seorang konten kreator pun mengunjungi Ponpes tersebut dan kembali menanyakan tentang sholat isya yang bisa disimpan sebagai stok selama satu minggu kepada salah seorang ustazah di sana.
Menurutnya, memang benar di Ponpes tersebut memperbolehkan hal tersebut. Ustazah tersebut mengatakan bahwa ia dapat mencatat dosa manusia dan juga menghapusnya.
Tindakan sholat isya sebanyak 100 rakaat untuk stok selama satu minggu tentu merupakan hal yang sangat tidak lazim dan mengejutkan.
Hal ini menjadi perhatian serius bagi publik dan komunitas muslim. Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan pernyataan mengecam tindakan tersebut, karena dinilai sebagai praktek yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. (*)