SUARA CIANJUR - Kritik terhadap tradisi keagamaan merupakan topik yang sensitif, dan penting bagi semua pihak untuk menjaga dialog yang terbuka dan saling menghormati.
Dalam menghadapi perbedaan pendapat, pendekatan yang lebih inklusif dan berfokus pada pemahaman bersama bisa menjadi jalan untuk mencapai kemajuan.
Sebuah Komunitas Vegan yang revolusioner di India memicu kontroversi dengan mengkritik salah satu tradisi keagamaan yang dijalankan oleh umat Muslim, yaitu Idul Adha.
Dalam upaya mereka untuk menarik perhatian, mereka mengunggah sebuah posting mengejutkan di halaman Facebook mereka, Vegan of Bengal.
"Ied bukan hanya tentang pengorbanan, tetapi juga tentang mengubah pandangan dunia. Dalam Ied kali ini, mari kita korbankan kebiasaan makan daging dan merayakannya dengan buah-buahan segar seperti nangka manis, labu yang lezat, dan kacang polong yang kaya akan protein nabati. Selamat Ied yang Hijau, " tulisnya.
Namun, bukannya mendapatkan respon dukungan dan apresiasi yang diharapkan di halaman mereka, komunitas tersebut justru dihadapkan pada serangan balik yang tak terduga.
Gambar-gambar makanan dengan tema daging hewan mulai mengalir deras sebagai respon dari beberapa pengguna yang merasa terganggu dengan pandangan mereka.
"Jika kami tidak masalah dengan Pendapat kalian yang ingin menjadi Vegan, namun kalian juga harus menghargai pendapat orang lain yang berbeda dengan kalian," komen netizen. (*)
Baca Juga: Tindakan Sholat Isya Berlebihan di Ponpes Al Kafiyah Menuai Kontroversi di Masyarakat