SUARA CIANJUR - Sebuah peristiwa yang mengejutkan terjadi ketika seorang wanita menjadi korban penculikan oleh seorang oknum driver ojol pada tengah malam.
Insiden ini menambah daftar kejahatan yang melibatkan transportasi online di kota tersebut.
Kejadian ini mencerminkan potensi bahaya yang bisa terjadi dalam penggunaan layanan ojek online, yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna.
Menurut keterangan penumpang yang berada dalam perjalanan, ia merasakan sesuatu yang tidak biasa saat berada di atas motor.
Driver tersebut tidak mengenakan jaket ojek online seperti biasanya, dan perjalanan terasa semakin jauh dari rute yang seharusnya.
Wanita tersebut mulai merasa khawatir dan curiga terhadap perilaku driver yang mencurigakan.
Rasa ketidaknyamanan dan kekhawatiran semakin memuncak di dalam hati penumpang.
Ketika perjalanan semakin melenceng dari tujuan awal dan driver terus mengabaikan pertanyaan penumpang, ia merasa terdesak untuk melakukan sesuatu.
Kesadaran akan situasi yang berbahaya mulai merasuki pikirannya, dan ia harus segera mengambil tindakan yang berani.
Baca Juga: Prabowo Subianto Bicara tentang Kontroversi Hak Asasi Manusia 1998 dan Politik
Dalam keputusasaan, wanita itu akhirnya memutuskan untuk melompat dari motor saat kendaraan melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Tindakan nekat tersebut memang berisiko tinggi, tetapi ia merasa itu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan dirinya dari potensi bahaya yang lebih besar.
Lompatan itu berhasil, dan wanita tersebut berhasil menjauh dari bahaya yang mengancamnya.
Namun, tidak lama setelah penumpang tersebut melompat, oknum driver ojol itu segera melarikan diri. (*)