SUARA CIANJUR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini melantik Rosan Perkasa Roeslani sebagai wakil Menteri BUMN. Hal tersebut juga pastinya disambut dengan baik oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.
Erick Thohir mengunggah sebuah video pendek di akun Instagramnya yang menunjukkan kegembiraannya menyambut Rosan Perkasa Roeslani.
Dalam caption video tersebut, Erick Thohir menulis tentang semangat mereka untuk mengejar cita-cita dan melakukan transformasi dalam BUMN.
Dia juga mengucapkan selamat bertugas kepada Rosan Perkasa Roeslani, serta berterima kasih kepada Pahala Mansury dan Nezar Patria yang telah mendampinginya di Kementerian BUMN.
"Kami terus mengejar cita-cita dan transformasi BUMN. Sekarang saya didampingi Pak Roslan melanjutkan perjuangan Pak Pahala," tulis Erick Thohir dikutip pada Selasa (18/8/2023).
"Selamat bertugas Pak Rosan, pasti sudah ga kaget kalau saya hubungi waktu lagi istirahat. Terima kasih juga untuk Pak Pahala dan Pak Nezar yang sudah mendampingi saya di Kementerian BUMN," lanjutnya.
Kedatangan Rosan Perkasa Roeslani sebagai wakil Menteri BUMN menarik perhatian warganet, yang memberikan komentar positif mengenai harapan mereka terhadap kolaborasi antara Erick Thohir dan Rosan Perkasa Roeslani dalam membangun BUMN Indonesia.
Banyak yang berharap bahwa kolaborasi ini akan membawa kejayaan bagi BUMN dan kemajuan bagi Indonesia.
"Semoga kolaborasi bapak Erick dan bapak Roslan bisa membawa kejayaan buat BUMN Indonesia," tulis akun @rian***.
"Terimakasih, semoga dapat membangun BUMN," tulis akun @bis***.
"Sukses terus pak Erick. Semoga Tuhan selalu memberkati pak Erick," tulis akun @apo***.
Namun, disisi lain, beberapa warganet juga mengeluarkan keluhan mereka terkait wasit di pertandingan Liga 1.
Mereka mengkritik performa wasit yang dianggap masih belum memadai dan mencuatnya insiden tawuran antara suporter tim Persik dengan Arema.
Beberapa warganet mengajukan pertanyaan apakah Menteri BUMN sekaligus ketua PSSI, Erick Thohir, dapat melakukan langkah-langkah untuk mengurangi poin tim yang terlibat dalam tawuran tersebut.
Ada pula yang meragukan kualitas seleksi wasit dan bertanya siapa yang bertanggung jawab atas kelolosan wasit dengan performa yang kurang memuaskan.