SUARA CIANJUR – PSSI saat ini nampaknya sedang serius mengatasi permasalahan kualitas wasit. Setelah melakukan seleksi, PSSI saat melakukan kegiatan program pelatihan Video Assistant Referee (VAR) kepada wasit yang sudah lulus seleksi.
“PSSI bersama operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) kemudian mendatangkan instruktur FIFA, Subkhiddin untuk melakukan program pelatihan Video Assistant Referee (VAR). Ini merupakan rangkaian dari program pelatihan VAR yang kedua,” tulis laman resmi PSSI, dikutip pada Rabu (19/7/2023).
Dalam kegiatan ini, para wasit akan diberikan meteri dasar tentang penggunaan sistem VAR.
“Dalam program pelatihan ini setiap hari para peserta akan dipresentasikan materi-materi dasar dan pengenalan terkait sistem VAR. Hal yang paling mendasar tentu adalah Law of The Game (LoTG) yang menjadi pedoman untuk mengambil keputusan,” lanjut laman tersebut.
Adapun setelah itu, para wasit ini akan mendapat bimbingan teknis soal pengambilan keputusan.
“Sementara di hari kedua dan ketiga, para peserta akan mempelajari hal-hal teknis terkait pengambiln keputusan, diikuti trivia/kuis dan tes dengan menyaksikan rekaman video sebelum akhirnya menutup program dengan kesimpulan,” sambungnya.
Sebelumnya, PSSI diterpa isu tak sedap soal seleksi wasit. Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali menjelaskan bahwa dalam proses seleksi wasit ini, terdapat proses pungli. Hal ini tentu menjadi polemik bagi publik sepak bola Indonesia. (*)