Truk Tabrak Separator, Ribuan Penumpang Transjakarta Terjebak Macet Parah di Tanjung Duren

Erick Tanjung, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 06 Februari 2026 | 08:52 WIB
Truk Tabrak Separator, Ribuan Penumpang Transjakarta Terjebak Macet Parah di Tanjung Duren
Sebuah truk menabrak pembatas jalan atau separator di Tanjung Duren, Jakarta Barat, sehingga menyebabkan operasional Transjakarta terganggu, Jumat (6/2/2026). [Bidik layar]
baca 10 detik
  • Truk menabrak separator di Tanjung Duren memicu keterlambatan delapan rute Transjakarta.
  • PT Transportasi Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas gangguan operasional rute terdampak.
  • Penumpang diimbau memantau aplikasi resmi untuk menyesuaikan rencana perjalanan saat evakuasi.

Suara.com - Insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit truk dilaporkan mengganggu ritme perjalanan ribuan penumpang Transjakarta pada Jumat (6/2/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang merupakan salah satu titik nadi kemacetan di ibu kota.

Penyebab utama gangguan transportasi publik ini adalah sebuah truk yang menabrak pembatas jalan atau separator.

Akibatnya, terjadi kemacetan panjang di sekitar lokasi, terutama untuk kendaraan yang mengarah ke wilayah Pinang Ranti, yang berdampak langsung pada keterlambatan bus Transjakarta.

Manajemen PT Transportasi Jakarta segera memberikan informasi resmi mengenai kendala operasional tersebut.

Setidaknya terdapat dua koridor utama dan enam rute pengumpan yang terdampak secara signifikan akibat kecelakaan tunggal ini.

"Koridor 8, 9, serta Rute 3F, 8M, 8K, 9A, 9E, dan S11 mengalami keterlambatan kedatangan terkait adanya truk menabrak separator di sekitar Tanjung Duren arah Pinang Ranti," tulis akun resmi *@PT_Transjakarta* melalui media sosial X.

Pihak pengelola transportasi milik Pemprov DKI tersebut juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para pelanggan setia mereka atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi truk dan pembersihan puing separator masih diupayakan agar jalur dapat kembali steril.

baca juga

Para pengguna jasa diimbau untuk selalu memantau perkembangan situasi melalui aplikasi resmi guna mengatur ulang rencana perjalanan mereka.

Langkah ini diperlukan agar para komuter tetap dapat mencapai tujuan dengan mempertimbangkan alternatif moda transportasi lain atau bersabar menunggu normalisasi jalur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JPO Sarinah Segera Dibuka Akhir Februari 2026, Akses ke Halte Jadi Lebih Mudah!

JPO Sarinah Segera Dibuka Akhir Februari 2026, Akses ke Halte Jadi Lebih Mudah!

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 19:58 WIB

Naik TransJakarta Bisa Bayar Pakai GoPay, Begini Caranya

Naik TransJakarta Bisa Bayar Pakai GoPay, Begini Caranya

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 14:18 WIB

Warga Keluhkan TransJakarta Sering Telat, Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Armada di 2029

Warga Keluhkan TransJakarta Sering Telat, Pramono Anung Targetkan 10 Ribu Armada di 2029

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:02 WIB

Terkini

Impor Pakaian Bekas Ilegal Tetap Marak, Dirjen Bea Cukai: Masyarakat Masih Mau Balpres

Impor Pakaian Bekas Ilegal Tetap Marak, Dirjen Bea Cukai: Masyarakat Masih Mau Balpres

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:43 WIB

Kasus Proyek PUTR, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Ditahan KPK

Kasus Proyek PUTR, Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Ditahan KPK

Foto | Selasa, 22 September 2026 | 17:40 WIB

Kabut Asap Mereda, Siswa di Pekanbaru Kembali Masuk Sekolah Besok

Kabut Asap Mereda, Siswa di Pekanbaru Kembali Masuk Sekolah Besok

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 17:40 WIB

Review Film Brave Citizen: Berani Melawan saat Semua Orang Memilih Diam

Review Film Brave Citizen: Berani Melawan saat Semua Orang Memilih Diam

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 17:40 WIB

Prabowo Minta Bea Cukai Perketat Perbatasan dan Wilayah Pesisir

Prabowo Minta Bea Cukai Perketat Perbatasan dan Wilayah Pesisir

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:39 WIB

Tangkap Sirajudin dalam Hotel di Jakarta, KPK Temukan Uang Rp 130 Juta

Tangkap Sirajudin dalam Hotel di Jakarta, KPK Temukan Uang Rp 130 Juta

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:37 WIB

Daftar Shio yang Paling Berani Ambil Risiko dalam Investasi

Daftar Shio yang Paling Berani Ambil Risiko dalam Investasi

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 17:35 WIB

Harga Minyak Tembus US$100, Neraca Dagang RI Terancam Jebol

Harga Minyak Tembus US$100, Neraca Dagang RI Terancam Jebol

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:35 WIB

Gus Lilur Sebut Dugaan Aliran Rp 480 Miliar ke Muktamar NU, Sebut Nama Nusron Wahid

Gus Lilur Sebut Dugaan Aliran Rp 480 Miliar ke Muktamar NU, Sebut Nama Nusron Wahid

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:33 WIB

Setelah MBG, Prabowo Disebut Ingin Program Sepatu untuk Siswa Miskin

Setelah MBG, Prabowo Disebut Ingin Program Sepatu untuk Siswa Miskin

News | Selasa, 22 September 2026 | 17:33 WIB

×