SUARA CIANJUR - Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat menemukan respon dari Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.
Menanggapi kegencaran isu tersebut, Luhut menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar, menggantikan Airlangga Hartarto.
Dalam pernyataannya, Luhut menyampaikan bahwa ia siap menerima mandat menjadi Ketua Umum Partai Golkar, tetapi dengan catatan peralihan kekuasaan tersebut tidak menimbulkan konflik.
Hal ini menunjukkan komitmen Luhut untuk memastikan kelancaran proses peralihan kekuasaan di internal partai.
Menariknya, Luhut juga menegaskan bahwa ia tidak akan terlibat dalam praktik suap atau bermain uang untuk mendapatkan kursi Ketua Umum Partai Golkar jika Munaslub benar-benar terjadi.
Pernyataan ini menunjukkan keseriusan Luhut dalam menjalankan proses politik secara transparan dan bertanggung jawab.
Reaksi Luhut Binsar Pandjaitan tersebut mencuri perhatian publik, mengingat posisinya sebagai seorang Menteri Koordinator yang memiliki tanggung jawab besar dalam pembangunan dan investasi di Indonesia.
Partai Golkar sendiri merupakan salah satu partai politik besar di Indonesia, sehingga pemilihan Ketua Umumnya tentu menarik perhatian banyak pihak. (*)
Baca Juga: Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll Ungkap Senjata Rahasianya untuk Cetak Gol, Solusi Terbaik